MPU: Penanganan Jenazah Covid-19 di RSUZA Sesuai Syariat
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan, pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah korban Covid-19 oleh tim medis
"Pak Mn meninggal di kawasan Lhoknga, Aceh Besar, dalam perjalanan dari Abdya ke Banda Aceh pada 21 Juli 2020 pukul 07.00 WIB," ungkap Direktur RSUZA, dr Azharuddin, secara terpisah, kemarin. Meski meninggal dalam perjalanan, menurut Azharuddin, tapi jenazah Mn sesampai di RSUZA diperlukan sebagai jenazah korban Covid-19. "Alhamdulillah, keluarganya sangat kooperatif. Fardu kifayahnya secara protokol Covid," ujarnya.
Kemudian, dilakukan tracing terhadap orang-orang yang sempat kontak erat dengan almarhum. "Hasil tracing close contact ternyata ada dua yang positif. Dari tiga orang yang datang ke RSUZA untuk diswab, dua orang positif yakni Ms dan Mm. Sedangkan seorang lagi dokter. Hasil swabnya negatif," rinci Azharuddin.
Tgk HB juga positif
Selain itu, berdasarkan hasil swab real time polymerase chain reaction (RT-PCR), Tgk HB (71), seorang pimpinan pesantren asal Bireuen, juga dinyatakan positif Covid-19. Tgk HB sudah dua hari dirawat di Ruang RICU RSUZA. Pada hari pertama, ia terkonfirmasi positif Corona berdasarkan metode tes cepat molekuler (TCM). Untuk lebih meyakinkan, dilakukan lagi RT-PCR di Lab Balitbangkes Aceh. Hasilnya keluar pada 22 Juli 2020 menjelang Magrib dan baru 23 Juli 2020 dilapor ke RSUZA dengan hasil positif Covid-19. "Untung sudah kita TCM duluan dan dirawat sesuai protokol Covid-19," kata Azharuddin.
Dengan tambahan tujuh kasus kemarin, total orang yang terinfeksi Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu mencapai 158 orang. Dari jumlah itu, sepulub orang meninggal, 77 orang sembuh, dan sisanya sedang dirawat pada sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh. (dan/dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tgk-h-faisal-ali-atau-lem-faisal-1.jpg)