Bertemu Menko Perekonomian, Nova Minta Dukungan Kelanjutan Pembangunan KEK Arun

Tak dipungkiri, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Aceh awal tahun ini, membuat sejumlah sektor di Aceh tersendat, tak terkecuali

Editor: bakri
For Serambinews.com
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT didampingi Wakil Ketua II DPR Aceh, Hendra Budian SH (kanan) saat bertemu dengan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto di ruang kerjanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Juli 2020. 

PEMERINTAH Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak tumbuh kembangnya iklim investasi di Aceh. Tren pertumbuhan positif realisasi investasi dalam tiga tahun terakhir bisa dibilang positif. Data Serambi, sepanjang tahun 2019, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh mencatat total realisasi investasi mencapai Rp 5,8 triliun.

Tak dipungkiri, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Aceh awal tahun ini, membuat sejumlah sektor di Aceh tersendat, tak terkecuali investasi. Apalagi, selama hampir lima bulan terakhir, sejumlah anggaran juga dialihkan untuk pencegahan, percepatan, dan penanganan Covid-19.

Pun demikian, dalam kondisi darurat pandemi ini, Pemerintah Aceh terus berupaya untuk tetap menumbuhkan iklim investasi di Aceh. Kemarin, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bertemu secara khusus dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membahas kelanjutan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Permintaan itu disampaikan Nova saat melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Kementerian Perekonomian RI di Jakarta, Jumat 24 Juli 2020. Dalam pertemuan itu, Nova selaku tampuk pimpinan Pemerintah Aceh saat ini meminta dukungan terkait kelanjutan KEK Arun, salah satu kawasan industri yang digagas Pemerintah Aceh.

Nova mengatakan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sudah pernah ia lakukan beberapa waktu lalu. "(Kita) minta dukungan kembali dalam rangka melanjutkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, serta mempercepat investasi," kata Nova didampingi Wakil Ketua II DPR Aceh, Hendra Budian.

Dalam pertemuan itu, Plt Gubernur Aceh juga menyinggung masalah aset lahan yang kepemilikannya milik Pemerintah pusat, serta masalah lainnya terkait konsorsium empat sindikasi yaitu, PT Pelindo, Pertamina, PT Pembangunan Aceh (PEMA), dan Pupuk Iskandar Muda (PIM), sehingga percepatan investasi jadi terkendala.

Nova berharap, semua masalah tersebut dapat segera selesai mengingat investasi Aceh sangat dibutuhkan untuk mendongkrak pendapatan daerah dan mempercepat pergerakan ekonomi di tengah covid-19.(dan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved