Selasa, 9 Juni 2026

Harga Emas

Penutupan Pemerintah AS Bikin Harga Emas Makin Bersinar, Siap Pecah Rekor Lagi?

Harga emas dunia kembali bertahan stabil pada perdagangan Jumat (12/9/2025)

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
HARGA EMAS - Harga emas dunia kembali bertahan stabil pada perdagangan Jumat (12/9/2025). 

Penutupan Pemerintah AS Bikin Emas Makin Bersinar, Siap Pecah Rekor Lagi?

SERAMBINEWS.COM – Harga emas dunia kembali bertahan stabil pada perdagangan Jumat (12/9/2025) dan siap mencatat kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut.

 Kondisi ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut, ditambah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari penutupan sebagian pemerintah AS yang sudah berlangsung beberapa hari.

Dilansir melalui kantor berita Reuters (3/10/2025), mengacu pada data perdagangan, harga emas spot naik tipis sebesar 0,03 persen ke level US$3.857,25 per ons pada pukul 09.21 GMT.

Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi baru di US$3.896,49 per ons pada Kamis (11/9/2025).

Sepanjang minggu ini, emas sudah menguat sekitar 2,6 persen. Untuk kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember juga naik 0,32 persen menjadi US$3.880,50 per ons.

Kenaikan harga emas ini tidak lepas dari kondisi politik dan ekonomi di AS.

Baca juga: Akhirnya Turun, Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini per Mayam dan Antam per Gram, Jumat 3 Oktober 2025

Penutupan pemerintah (government shutdown) yang kini memasuki hari ketiga sejak Jumat pekan lalu membuat rilis sejumlah data ekonomi penting tertunda.

Salah satunya laporan ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payroll/NFP) yang seharusnya diumumkan hari ini.

Meski begitu, data alternatif dari berbagai sumber menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap melemah sepanjang September, dengan perekrutan yang lambat dan tingkat pengangguran yang cenderung stagnan.

Kondisi ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga lebih lanjut.

Menurut analis UBS, Giovanni Staunovo, peluang emas menembus level psikologis US$4.000 per ons pada akhir tahun ini cukup besar.

 “Dengan proyeksi penurunan suku bunga lanjutan, harga emas mendapat dukungan kuat untuk terus naik,” ujarnya.

Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pasar memperkirakan 97 persen kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, serta 88 persen kemungkinan pemangkasan serupa pada Desember.

Baca juga: Harga Emas Murni Tembus Rp 6,9 Juta per Mayam di Aceh Tamiang, Warga Ramai-ramai Jual

Emas sendiri dikenal sebagai aset aman (safe haven) yang banyak dicari investor saat terjadi ketidakpastian politik maupun ekonomi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved