Haji di Tengah Pandemi Corona, Air Zamzam Tak Bisa Diminum Langsung & Kerikil Jumrah Disterilkan
Mereka wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan tes Covid-19 ketika sampai di Mekah, akhir pekan lalu.
"Biasanya dua atau tiga bulan sebelum haji saya dan para sopir menghasilkan cukup uang untuk bertahan selama sisa tahun ini."
"Tapi sekarang tidak ada apa-apa," kata pengusaha taksi di dekat Masjidil Haram, Sajjad Malik dikutip dari BBC.
Sepinya jamaah dan ketatnya batasan dari negara membuatnya kehilangan pelanggan dan tak bisa menggaji.
Salah satu sopir di perusahaannya, Samiur Rahman mengirim video suasana sepi jalanan Mekah.
Jalan yang setiap tahun dipenuhi lautan jamaah, kini kosong dan sepi.
Sajjad bahkan menangkap kumpulan merpati yang mengisi kelengangan jalan itu.
"Pengemudi saya tidak punya makanan dan sekarang mereka tidur berempat atau berlima per kamar, di kamar yang berkapasitas dua orang," kata Sajjad.
• UPDATE Kasus Artis VS, Polisi Temukan Uang Tunai Rp 30 Juta di Kamar Hotel saat Penggerebekan
Ditanya apakah menerima bantuan dari pemerintah, Sajjad mengaku hanya bertahan dengan uang tabungannya.
Menurutnya banyak orang yang kehilangan pekerjaan di Arab Saudi karena pembatasan jamaah Haji tahun ini.
Menurut laporan CNN, Arab Saudi memiliki jumlah kasus infeksi Covid-19 tertinggi di dataran Arab.
Worldometers pada Rabu (29/7/2020) mencatat 270.831 kasus infeksi.
Adapun jumlah korban jiwa mencapai 2.789 dan pasien yang sembuh sebanyak 225.624.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begini Kondisi Haji 2020, Tak Bisa Minum Air Zamzam Langsung dan Kerikil Jumrah Harus Disterilkan