Berita Bireuen
Keuchik Safrizal, Pelopor Sikula Gampong di Tengah Covid-19
Sikula Gampong tersebut lahir atas inisiatif Keuchik Krueng Simpo, Safrizal SPd.
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Nur Nihayati
Sikula Gampong tersebut lahir atas inisiatif Keuchik Krueng Simpo, Safrizal SPd.
Laporan Ferizal Hasan I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejak terjadinya Covid-19 atau penyebaran virus corona di dunia, berbagai aktivitas atau sektor kehidupan masyarakat terganggu.
Yang paling disayangkan sektor pendidikan mulai tingkat bawah hingga tingkat tinggi terganggu.
Anak-anak sekolah di Indonesia, umumnya di Aceh dan khususnya di Kabupaten Bireuen tidak bisa bersekolah selama terjadinya pandemi Covid-19 hingga masa new normal saat ini.
Sekolah-sekolah dan madrasah ditutup, anak-anak harus belajar di rumah bersama orang tuanya.
Untuk mengantisipasi putus sekolah atau kebodohan yang akan dialami anak-anak, khususnya anak usia Sekolah Dasar (SD), berbagai cara dilakukan oleh masyarakat.
• Keliling Kota Meninjau Taman, Aminullah Minta Agar Terus Dirawat Memperindah Wajah Banda Aceh
• Siswa SMP di Bener Meriah Mulai Libur 29 Juli dan Masuk Lagi 4 Agustus
• Keluhan Pengendara Diabaikan, Jalan Nasional di Alue Diwi Abdya Tetap Menjadi Langganan Banjir
Seperti halnya di Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Di desa pedalaman yang terletak di lintas nasional Bireuen-Takengon, Km 18 ini, atau berjarak 18 kilometer arah selatan Kota Bireuen, kini telah lahir Sikula Gampong (Sigap).
Sikula Gampong tersebut lahir atas inisiatif Keuchik Krueng Simpo, Safrizal SPd.
Betapa tidak, sejak Covid-19, anak-anak di desanya tidak bisa bersekolah, karena sekolah diliburkan oleh pemerintah.
Sementara itu bocah-bocah cilik di desa pedalaman tersebut sangat membutuhkan pendidikan.
Sehingga tergerak hati Safrizal untuk membangun atau melahirkan sikula gampong di desanya.
"Alhamdulillah proses belajar mengajar (PBM) di sikula gampong (Sigap) sudah berjalan dua minggu, anak-anak usia SD bersekolah atau PBM di balai desa dan kantor keuchik," kata Safrizal kepada Serambinews.com, Selasa (28/7/2020).
Untuk mendidik anak-anak di Sigap, Safrizal tetap meminta jasa guru SD yang ada di desanya untuk mengajar anak-anak desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/safrizal-spd.jpg)