Minggu, 12 April 2026

Luar Negeri

Vietnam Lockdowm Kota Da Nang, Seusai 22 Petugas Rumah Sakit Terinfeksi Virus Corona

Pemerintah Vietnam, Selasa (28/7/2020) memberlakukan lockdown atau penguncian kota terbesar ketiga selama dua minggu. Hal itu diputuskan setelah

Editor: M Nur Pakar
AFP/Hoang Khanh
Para wisatawan memakai masker saat berjalan di pantai My Khe, Da Nang, Vietnam, Rabu (28/7/2020). 

SERAMBINEW.COM, HANOI - Pemerintah Vietnam, Selasa (28/7/2020) memberlakukan lockdown atau penguncian kota terbesar ketiga selama dua minggu.

Hal itu diputuskan setelah 22 kasus virus Corona baru, Covid-19 ditemukan di rumah saki.

Kasus-kasus baru di pusat Kota Da Nang merupakan transmisi virus lokal pertama yang dikonfirmasi di negara itu dalam tiga bulan lebih.

Transportasi umum ke dan dari Da Nang dibatalkan, seperti dilansir AP, Selasa (28/7/2020).

Selama akhir pekan, ribuan wisatawan Vietnam, memangkas liburan musim panas di tujuan pantai yang populer.

Penguncian itu merupakan pukulan telak bagi industri pariwisata kota itu.

Padahal baru saja dihidupkan kembali setelah kasus virus Corona sebelumnya sebagian besar mereda pada akhir April 2020.

Para tamu hotel dengan cepat mengakhiri masa inap dan membatalkan perjalanan yang akan datang atas berita tersebut.

Seorang pengusaha hotel mengatakan dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

"Hotel kami sekarang kosong," kata pengusaha itu.

"Tapi kami harus membantu para tamu meninggalkan kota, ketika mereka masih memiliki kesempatan,” tambahnya.

Tiga Orang Positif Covid-19, Vietnam Bergerak Cepat, Evakuasi 80.000 Orang dari Kota Da Nang

Penangkapan Kapal Ikan Vietnam di Natuna, Nyaris Tabrak Kapal Lain, Tak Peduli Tembakan Peringatan

Setelah 3 Bulan, 12 Kasus Baru Covid-19 Muncul di Vietnam, Begini Cara Negara Ini Antisipasi Corona

Pantai Da Nang, yang menampung sekitar 50.000 orang per hari, sekarang ditutup.

Hanya petugas keamanan yang terlihat di pantai pada ketika berpatroli untuk memastikan tidak ada orang yang berkumpul.

Pihak berwenang memperkirakan  ribuan orang terjebak di kota akibat penutupan transportasi dan meminta hotel untuk melindungi mereka.

“Kami tidak ingin bergegas ke bandara untuk meninggalkan kota karena risiko di tempat yang ramai,” kata kata Lien Nguyen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved