Potret Jamaah Ibadah Haji 2020: Jamaah Lakukan Tawaf Qudum dengan Protokol Jaga Jarak
Dalam sejumlah potret yang beredar, ditunjukkan para jamaah mengenakan masker dan saling menjaga jarak saat mengelilingi kakbah.
SERAMBINEWS.COM - Rangkaian ibadah haji 1441 H atau 2020 M telah dimulai pada Rabu (29/7/2020) lalu.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, ibadah haji kali ini hanya diikuti oleh jamaah dengan kuota terbatas.
Diketahui, sebelumnya pemerintah Arab Saudi sempat menyatakan hanya akan ada 1.000 jamaah yang mengikuti haji tahun ini.
Akan tetapi, menurut laporan media lokal, ada sekitar 10 ribu orang diperbolehkan untuk berhaji, demikian diwartakan AFP pada Kamis (30/7/2020).
Pembatasan kuota haji sendiri tidak lain ialah dalam rangka mencegah terjadinya penyebaran virus corona atau COVID-19 yang saat ini tengah menjadi pandemi global.
DilansirCNN, ibadah haji tahun ini diikuti oleh jamaah yang berasal dari kalangan usia produktif.
Yakni, berusia sekitar 20 hingga 50 tahun.
Di samping mengurangi kuota, sejumlah protokol kesehatan juga diterapkan oleh otoritas Arab Saudi.
Jamaah diwajibkan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak selama mengikuti rangkaian ibadah haji yang berlangsung selama lima hari.
Hal ini salah satunya terlihat saat jamaah haji melaksanakan prosesi Tawaf Qudum pada Rabu lalu.
Dalam sejumlah potret yang beredar, ditunjukkan para jamaah mengenakan masker dan saling menjaga jarak saat mengelilingi kakbah.
Tidak hanya itu, mereka juga berjalan mengikuti garis yang telah dilukiskan di sekitar kabah.
Simak potret pelaksanaan Tawaf Qudum dalam rangkaian ibadah haji 2020 berikut ini.
1. Lengkap dengan pakaian ihram dan masker, jamaah haji mengelilingi kabah dengan mengikuti garis melingkar di pelataran kabah.

2. Jamaah yang berpakaian ihram terlihat mengelilingi kabah dengan mengikuti garis.

3. Jamaah wanita menggelar sajadah mereka di dalam Masjidil Haram dengan tetap memperhatikan protokol jaga jarak.

4. Perbandingan penampakan ibadah haji 2020 dan 2019. Terlihat pada tahun lalu, pelataran kakbah dipenuhi oleh jamaah.

5. Garis melingkar dilukiskan di pelataran kabah di Masjidil Haram, Mekkah sebagai lintasan para jamaah saat melakukan tawaf.
• Teknologi Jadi Kuda Hitam Musim Haji 2020, Pakaian Khusus Nano Perak, ID Card dan Gelang Elektronik
• Jamaah Haji 2020 Harus Melewati Miqat, Pertama Dalam Sejarah Haji
Peraturan Ibadah Haji 2020: Jemaah Dilarang Sentuh Kabah dan Hajar Aswad
Di tengah merebaknya wabah virus corona Covid-19, pemerintah Arab Saudi telah memutuskan tetap menyelenggarakan ibadah haji 1441 Hijriah secara terbatas.
Dengan keputusan ini, Arab Saudi membatasi jumlah orang yang akan mengikuti ibadah haji dengan pemberlakuan protokol khusus pencegahan Covid-19.
Melansir Arab News, 5 Juli 2020, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) mengatur protokol untuk menurunkan tingkat penularan dan memastikan keamanan para jemaah.
Menteri Kesehatan Arab Saudi Mohammed Saleh Benten mengatakan, keputusan membatasi jumlah jemaah bertujuan melindungi orang-orang dari segala hal dan menjadi prioritas Kerajaan sejak pandemi dimulai.
Daftar panjang dari protokol ini berdampak pada seluruh pekerja maupun jemaah haji tahun ini.
Mulai 19 Juli mendatang, otoritas akan membuat larangan masuk ke Mina, Muzdalifa, dan Arafah tanpa izin.
Adapun panduan dan penanda akan dipasang di semua area dan dituliskan dalam berbagai bahasa, yang mencakup peringatan infeksi Covid-19, protokol cuci tangan, adab bersin dan batuk, hingga penggunaan hand sanitizers berbahan dasar alkohol.
Berbagai pembatasan dan larangan harus dipatuhi oleh jemaah. Salah satunya, larangan menyentuh Kabah dan Hajar Aswad.
Larangan menyentuh Kabah dan Hajar Aswad

Penyelenggara harus mengatur para jemaah di area Tawaf sekitar Kabah agar tetap mematuhi aturan jarak 1,5 meter (physical distancing) antar orang.
Selain itu, penyelenggara juga akan melakukan pembersihan sebelum dan sesudah Tawaf untuk setiap rombongan.
Terkait larangan menyentuh Kabah dan Hajar Aswad, akan dipasang penghalang untuk mencegah orang-orang menyentuhnya.
Selain itu, karpet tidak akan dipasang sehingga masing-masing jemaah harus menggunakan sajadahnya sendiri untuk mengurangi kemungkinan penularan Covid-19.
Membawa makanan juga tidak diizinkan di area masjid atau lantai dasar masjid.
Seluruh personel, pemandu, jemaah, dan pekerja akan diperiksa suhu tubuhnya. Kemudian, masker dan perlengkapan pelindung wajah juga harus dipakai setiap saat.
Protokol juga diberlakukan untuk Arafag dan Muzdalifa, di mana para peziarah harus tetap mematuhi aturan jarak, mengenakan masker, dan memastikan tidak lebih dari 10 orang di dalam tenda yang sama.
Penyelenggara juga akan mengatur tidak lebih dari 50 jemaah yang menuju Jamarat untuk tiap kelompoknya.
Selain itu, kerikil yang akan digunakan juga telah didisinfeksi dan dikemas, serta disediakan untuk para jemaah.
Protokol lainnya
Sementara, bagi mereka yang dicurigai terinfeksi Covid-19 akan diperbolehkan menjalankan ibadah setelah menjalani evaluasi dan ditangani oleh dokter terlebih dahulu.
Mereka akan ditempatkan di tempat khusus yang telah disiapkan.
Protokol Weqaya juga mengimbau para personel untuk tidak bekerja jika mengalami gejala seperti flu hingga gejala hilang atau telah diperiksa oleh dokter.
Pembersihan atau disinfeksi area juga harus dilakukan dengan teratur dan sepanjang waktu di berbagai tempat.
Selain itu, pendingin air pun dihentikan di Masjidil Haram. Kemudian, air Zam-zam akan tersedia dalam botol-botol dan didistribusikan kepada para jemaah sepanjang waktu.
Adapun makanan akan disediakan bagi para peziarah. Pekerja akan mendistribusikannya melalui protokol yang ketat, yaitu mencakup cuci tangan selama 40 detik menggunakan sabun dan air selama shift mereka.
Jika mereka tidak dapat mengakses air, digunakan pembersih berbahan alkohol yang harus digunakan sebagai gantinya selama tidak kurang dari 20 detik.
(TribunPalu.com/Clarissa)
• Digerebek di Hotel, Polisi Menduga Vernita Pasang Tarif Rp 30 Juta kepada Pengusaha di Lampung
• Arab Saudi Larang Media Internasional Liput Ibadah Haji 2020, Ini Dia Foto-fotonya
• Haji di Tengah Pandemi Corona, Air Zamzam Tak Bisa Diminum Langsung & Kerikil Jumrah Disterilkan
Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Potret Pelaksanaan Ibadah Haji 2020: Jamaah Lakukan Tawaf Qudum secara Berjarak