Breaking News:

Tarif Pemotongan Sapi di RPH Lambaro Rp 30 Ribu/Ekor

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali bersama rombongan meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro, Aceh Besar, Rabu (29/7/2020)

SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADI
Sejumlah Dewan saat sidak ke rumah potong hewan. 

BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali bersama rombongan meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro, Aceh Besar, Rabu (29/7/2020). Pada kesempatan itu, Mawardi Ali terkejut saat mendengar tarif pemotongan sapi di fasilitas tersebut sangat murah, yakni Rp 30.000/ekor.  Menurut Bupati, tarif penyembelihan di RPH Lambaro tersebut sudah tidak relevan lagi. "Pemkab Aceh Besar bersama DPRK perlu menaikkan tarif potong sapi di RPH Lambaro sesuai dengan harga pasaran untuk peningkatan pelayanan dan fasilitas tersebut," kata Mawardi Ali seusai meninjau RPH Lambaro, Rabu (29/7/2020).

Kedatangan Mawardi bersama pejabat terkait ke RPH Lambaro untuk melihat kondisi fasilitas tersebut. Secara umum, kondisi ruang rumah potong bersih, tapi perlu perbaikan di beberapa bagian yang kondisinya sudah kurang bagus. "Usianya sudah berjalan 10 tahun, jadi wajar jika RPH saat ini kurang terurus. Apalagi tarif potong hewannya terlalu rendah, sehingga kontribusi untuk PAD sangat kecil," jelasnya.

Ide pembangunan rumah potong hewan pada tahun 2010 di Lambaro, kata Mawardi, supaya berdekatan dengan pasar daging. Ke depan, katanya, agar kontribusi PAD dari RPH Lambaro itu bisa besar, tarif pemotongan hewan dan tarif parkirnya yang cuma Rp 5.000 per sapi perlu dinaikkan.

Dijelaskan, kapasitas pemotongan hewan ternak di RPH Lambaro saat meugang sekitar 70 sapi per hari. Sedangkan pemotongan sapi pada hari-hari biasa sekitar 15 ekor/hari.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali berharap kepada masyarakat agar menyembelih ternak kurbannya di RPH Lambaro. Hal ini mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. "Untuk mencegah penyebaran Covid-19, kami mengimbau masyarakat untuk menyembelih hewan kurbannya di RPH Lambaro. Di sini, proses penyembelihan ternak sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga daging yang dipotong terbebas dari virus dan bakteri," katanya lagi.

Selain itu, Pemkab Aceh Besar juga berencana memindahkan RPH ke lokasi yang lebih baik. Hal itu mengingat limbah kotoran hewan dari fasilitas itu sudah mulai menimbulkan bau tidak sedap dan sangat mengganggu lingkungan sekitar. "Kami merencanakan pembangunan RPH yang lebih representatif ke depan. Tahun depan, kami akan buat SID dan DED-nya dulu, serta menentukan lokasi yang lebih baik," timpalnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved