Breaking News:

Tongkang Batu Bara PLTU 1-2 Terdampar

Tongkang milik rekanan yang bermuatan batu bara untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 terdampar di pesisir pantai

SERAMBINEWS.COM/ RIZWAN
Tongkang muatan batubara PLTU 1-2 terdampar di pantai Desa Gampong Lhok, Kuala Pesisir, Nagan Raya, Rabu (29/7/2020). 

SUKA MAKMUE - Tongkang milik rekanan yang bermuatan batu bara untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 terdampar di pesisir pantai Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Selasa (28/7/2020) sore. Hingga Rabu (29/7/2020), tongkang milik PT Adi Guna itu belum ditarik. Selain terdampar, posisi tongkang juga miring sehingga muatannya tumpah dan tercecer ke laut.

Informasi yang diperoleh Serambi, Rabu kemarin, menyebutkan, tongkang yang bermuatan 300 ton batu bara itu sedang memuat batu bara di tengah laut dari kapal besar yang dari luar Aceh. Direncanakan batu bara itu akan dilansir ke PLTU 1-2 milik PLN di Suak Puntong, Nagan Raya melalui jalur laut. Batu bara tersebut merupakan bahan bakar PLTU 1-2 yang berkapasitas 2x110 Megawatt (MW). 

Namun akibat badai dan angin kencang yang melanda kawasan itu menyebabkan tali dari tugboat (kapal tunda) ke tongkang putus. Sontak tongkang oleng di tengah laut dan dihempas hingga ke pantai Desa Gampong Lhok. Sejumlah warga dan pengawas rekanan serta personel TNI/Polri terlihat di lokasi tidak jauh dari tongkang yang terdampar di desa tersebut.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK melalui Kapol Subsektor Kuala Pesisir, Aiptu Amrizal saat ditanyai di lokasi mengatakan, pihaknya sejauh ini masih memantau tongkang terdampar tersebut. "Dari keterangan yang kami peroleh dari rekanan, tongkang putus tali dihantam angin kencang sehingga dibawa gelombang hingga ke pinggir pantai," katanya. Dijelaskan Aiptu Amrizal, dalam peristiwa tersebut tidak ada laporan korban jiwa. Di dalam tongkang, selain batu bara juga terdapat satu unit excavator alias beko.

Akan ditarik

Sementara itu, seorang pegawas dari PT Adi Guna yang ditanyai di lokasi tersebut juga mengatakan, bahwa tongkang itu terdampar karena dihantam angin kencang. "Rencana akan ditarik dengan tugboat," kata Bahagia, pegawas tersebut. Menurut Bahagia, penarikan tongkang akan dilakukan setelah kondisi laut kembali tenang. “Saat ini belum bisa karena masih gelombang tinggi,” ucapnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved