Luar Negeri
Korban Dokter Kematian India Jadi Santapan Buaya
Para korban dokter kematian India, ternyata mayatnya menjadi santapan buaya. Dia yang dipenjara seumur hidup karena membunuh sopir truk.
SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI – Para korban dokter kematian India, ternyata mayatnya menjadi santapan buaya.
Dia yang dipenjara seumur hidup karena membunuh sopir truk.
Kemudia, memberi makan jenazah kepada buaya.
Devendra Kumar Sharma (62) ditangkap oleh polisi New Delhi pada Selasa (2/7/2020) malam.
Pada Januari 2020 dia mendapatkan pembebasan bersyarat selama seminggu.
Setelah dirinya menjalani 16 tahun di balik jeruji besi.
Sharma dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 2004 di Rajasthan.
Setelah dinyatakan bersalah atas beberapa pembunuhan antara tahun 2002 dan 2004.
Membuatnya dijuluki "Dr Death" oleh media India.
"Dia terlibat dalam puluhan kasus penculikan dan pembunuhan pengemudi truk dan taksi di Delhi,” kata Wakil Komisaris Polisi Delhi, Rakesh Paweriya dalam sebuah pernyataan.
Dia juga terlibat pembunuhan sopir truk dan taksi di Haryana, Uttar Pradesh dan Rajasthan.
• Polisi India Tangkap Dokter Kematian, Habisi 100 Pengemudi Truk dan Taksi di India
• China Kerahkan Puluhan Ribu Tentara dan Bangun Infrastruktur di Uttarakhand, India
• Toyota Uji Fortuner Facelift di India
Polisi menuduh Sharma pertama kali menjadi perhatian pihak berwenang dua dekade lalu.
Atas keterlibatannya dalam keributan transplantasi ginjal ilegal dari 1994 sampai 2004.
Sharma, dengan bantuan dari dokter lain dan perantara, diduga mengatur setidaknya 125 transplantasi perdagangan organ manusia.
Polisi juga menuduhnya sebagai bagian dari geng yang menyewa taksi dan truk sebelum membunuh pengemudinya.
Dilansir HIndustanTimes, Sabtu (1/8/2020), dia merampok, kemudian menjual kendaraan.
"Mereka biasa membuang mayat di kanal Hazara di Kashganj, Uttar Pradesh, yang memiliki banyak buaya, sehingga mayat tidak ada lagi," kata Paweriya.
Sharma kemudian dihukum karena enam pembunuhan, kata polisi.
Tetapi Paweriya menambahkan ia telah mengakui melakukan lebih banyak lagi.
"Dia mengungkapkan telah menjadi dalang lebih dari 50 pembunuhan " kata pernyataan itu.
Laporan media pada periode itu menunjukkan dia telah melakukan lebih dari 100 pembunuhan pengemudi taksi yang kasusnya terdaftar di Delhi, UP, Haryana dan Rajasthan.
Sharma mengatakan kepada polisi dia bebas bersyarat untuk pindah ke Delhi dan berharap memulai kehidupan baru.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buaya-di-sungai-india.jpg)