Update Corona di Aceh Tamiang
Kepercayaan Masyarakat Rendah, Kapolres Usul Tempat Umum Ada Pengeras Suara Sosialisasi Covid-19
Beberapa titik yang dianggap sentral saat ini sudah terpasang pengeras suara yang sangat bermanfaat untuk memberikan arahan kepada seluruh personel.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan mengusulkan pemerintah daerah menyediakan alat pengeras suara di sejumlah tempat keramaian untuk menyosialisasikan perkembangn Covid-19 secara update.
Usulan ini disampaikan Ari setelah dirinya melakukan survey dan penelitian terhadap masyarakat tentang Covid-19.
Umumnya masyarakat yang dijadikan sampel penelitian itu menilai Covid-19 merupakan isu yang dibesar-besarkan dan sebagian lagi menganggap virus Corona penyakit tidak berbahaya.
“Saya ambil sampel ternyata rata-rata masyarakat menganggap Covid-19 hanya isu yang dibesarkan dan sebagian lagi menganggap merupakan penyakit yang mudah disembuhkan,” kata Ari, Rabu (5/8/2020).
Ari mengatakan opini yang sudah terlanjur terbentuk di masyarakat ini sangat memprihatinkan dan ini berpotensi menjadikan Aceh Tamiang sebagai klaster penyebaran virus mematikan ini.
“Masyarakat tidak takut dengan Covid-19, ini yang membuat edukasi yang kita lakukan selama ini tidak berjalan baik. Pola pikir mereka sudah terbentuk seperti itu,” lanjutnya.
• Penyandang Disabilitas Dapat SIM B Gratis, Dirlantas Polda Aceh Beri Perhatian Khusus
• Kasus IRT Bersimbah Darah di Jeunieb, Bireuen, Polisi Mintai Keterangan 5 Saksi, Motif Masih Kabur
Meski begitu bukan berarti sikap masyarakat ini harus disikapi dengan putus asa. Justru pemerintah daerah harus melakukan sebuah inovasi yang bisa langsung mengenai sasaran.
Terkait hal ini, mantan Kapolres Lhokseumawe ini menyarankan agar Pemkab Aceh Tamiang memasang pengeras suara di sejumlah titik keramaian sebagai media sosialisasi perkembangan Covid-19.
Pengeras suara ini nantinya terhubung langsung dengan media center Humas Setdakab Aceh Tamiang yang secara rutin menyiarkan perkembangan kasus Covid-19.
“Persoalannya tidak semua masyarakat kita mengikuti perkembangan Covid-19 yang disiarkan media sosial ataupun media mainstreem. Makanya perlu diubah pola yang bisa menyentuh semua lapisan masyarakat,” sambungnya.
Pola sosialisasi ini dinilainya akan semakin efisien bila pengeras suara ini diletakan di pusat keramaian seperti pasat tradisional. Ari sendiri sudah mempraktikan pola ini di lingkunga Polres Aceh Tamiang.
Beberapa titik yang dianggap sentral saat ini sudah terpasang pengeras suara yang sangat bermanfaat untuk memberikan arahan kepada seluruh personel.
“Ketika tidak ada arahan, pengeras suara ini berfungsi untuk memutar lagu. Jadi anak buah yang bertugas tidak jenuh,” tukasnya.(*)