Senin, 18 Mei 2026

Ledakan Dahsyah di Beirut Lebanon, Donald Trump: Itu Adalah Serangan

Presiden mengatakan penasihat militernya "sepertinya merasa" insiden itu adalah serangan berdasarkan jenis ledakan.

Tayang:
Editor: Amirullah
screenshoot via kompas.com
Ledakan Beirut Lebanon (screenshoot) 

SERAMBINEWS.COM -  Sebuah ledakan besar telah terjadi di kawasan pelabuhan Beirut, Lebanon.

Pihak berwenang Lebanon mengatakan sedikitnya 78 orang tewas dan sekitar 4.000 lainnya luka-luka dalam ledakan besar di pelabuhan di ibu kota, Beirut.

Ledakan pada Selasa (4/8/2020) membuat warga di seluruh kota menjadi panik.

Dilansir dari Al-Jazeera, tak hanya itu, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan luas, bahkan di pinggiran ibu kota.

Penyebab ledakan itu sampai saat inipun belum diketahui secara pasti.

Para pejabat menghubungkan ledakan itu dengan adanya sekitar 2.700 ton amonium nitrat yang disita dan disimpan di gudang di pelabuhan selama enam tahun.

Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengumpulkan Dewan Pertahanan Tinggi negara itu setelah ledakan terjadi.

Para pejabat juga mengatakan mereka memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat.

Tampak sejumlah petugas penyelamat berjibaku menggali puing-puing untuk menyelamatkan orang dan mengangkat para korban.

Presiden Michel Aoun menyerukan pertemuan kabinet darurat pada Rabu (5/8/2020) dan mengatakan keadaan darurat.

Trump Sebut Hal Itu 'Serangan'

()

WASHINGTON, DC - JULI 07: Presiden AS Donald Trump bertemu dengan siswa, guru, dan administrator tentang cara membuka kembali sekolah dengan aman selama pandemi coronavirus baru di Ruang Timur di Gedung Putih pada 07 Juli 2020 di Washington, DC. Keponakan Trump menulis buku yang mengurai bahwa Trump sudah terbiasa berbuat curang sepanjang hidupnya. (Chip Somodevilla / Getty Images / AFP)

Berbeda dengan perkataan dari pihak pemerintah Lebanon, Donald Trump menyebut ledakan di Beirut tampak seperti serangan mengerikan.

Dilansir dari Business Insider, Presiden Amerika Serikat (AS) itupun bersimpati kepada orang-orang Lebanon.

Ketika ditanya oleh seorang reporter untuk mengklarifikasi komentarnya, Presiden mengatakan penasihat militernya "sepertinya merasa" insiden itu adalah serangan berdasarkan jenis ledakan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved