Breaking News:

Tak Bosan Berkonflik, Donald Trump dan Xi Jinping Rebutan Tik Tok: Aplikasi Ini Harus Jadi Milik AS

Aplikasi berbagi video itu tengah digandrungi saat ini, dengan jumlah pengguna di seluruh dunia diyakini mencapai satu miliar.

Editor: Amirullah
via sosok.id
Trump beri waktu 45 hari ke China agar aplikasi TikTok dijual ke Microsoft 

SERAMBINEWS.COM - Seolah tak bosan berkonflik, Amerika Serikat dan China kini perang urat karena aplikasi Tik Tok.

Donald Trump dan Xi Jinping bersitegang pekara Tik Tok.

Setelah kemarin-kemarin Presiden AS Donald Trump melarang warga AS menggunakan TikTok, berkat tawaran Microsoft Trump justru meminta TikTok harus segera dibeli oleh Microsoft.

Namun, Trump tekankan pemerintah harus mendapat bagian finansial atau jatah dari pembelian TikTok tersebut.

"(TikTok) harus jadi perusahaan AS. Harus dimiliki di sini. Kami tak ingin ada masalah keamanan di sini," tegas presiden 74 tahun itu.

Aplikasi berbagi video itu tengah digandrungi saat ini, dengan jumlah pengguna di seluruh dunia diyakini mencapai satu miliar.

Namun, aplikasi itu jadi sorotan di AS karena diduga digunakan pemerintah China sebagai alat mengumpulkan data intelijen.

Trump menyatakan, dia memberikan waktu bagi ByteDance hingga pertengahan September untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Microsoft.

"Saya menetapkan tanggal 15 September, di mana mereka harus melepas operasionalnya di AS," tuturnya seperti dikutip AFP Senin (3/8/2020).

Presiden dari Partai Republik itu menerangkan, berapa pun harga yang nantinya disepakati kedua perusahaan, pemerintah harus mendapatkan bagian.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved