Minggu, 26 April 2026

Update Corona di Subulussalam

RSUD Kota Subulussalam Terbitkan Aturan Penunggu Pasien Selama Covid-19

Petugas akan memantau para pengunjung atau pasien yang masuk ke RSUD Subulussalam guna memastikan kelengkapan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Direktur RSUD Subulussalam dr Dewi Sartika Pinem saat konferensi yang digelar, Senin (16/3/2020) di ruang rapat Sekdako Subulussalam, Senin (16/3/2020). 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam kembali meneluarkan aturan tata tertib pengunjung maupun penunggu pasien.

“Kita perketat untuk pengunjung dan penunggu pasien,” kata kata dr Dewi Sartika Pinem Direktur RSUD Subulussalam kepada Serambinews.com, Jumat (7/8/2020).

Dikatakan, setiap pengunjung diwajibkan mengenakan masker saat masuk ke areal RSUD Kota Subulussalam.

Dalam hal ini, sejumlah petugas melakukan pengawasan untuk memantau para pengunjung atau pasien yang masuk ke RSUD Subulussalam guna memastikan kelengkapan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Selain masker, kata dr Dewi, pihak RSUD Subulussalam juga tidak mengizinkan membawa anak kecil yang sehat. Ini untuk memutus mata rantai penyebaranCovid-19.

Hal lain yang diterapkan di RSUD Kota Subulussalam menyangkut keluarga penunggu pasien. Dikatakan, RSUD Subulussalam hanya mengizinkan dua orang penunggu atau pendamping pasien.

“Jadi, kita tidak mengizinkan pendamping banyak-banyak demi menghindari kerumuman. Paling banyak dua orang keluarha penunggu pasien,” ujar dr Dewi

Di sisi lain, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam kini telah memiliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Alat ini untuk pemeriksaan sampel spesimen swab manakala ada warga yang reaktif saat pemeriksaan Rapid Test,” kata dr Dewi Sartika Pinem Direktur RSUD Subulussalam kepada Serambinews.com, Kamis (6/8/2020).

Menurut dr Dewi, jumlah alat PCR yang tersedia di RSUD Subulussalam merupakan bantuan pemerintah.

Jumlahnya memang tidak banyak, hanya sekitar 90-an pcs. Namun dengan tersedianya alat PCR tersebut diyakini berdampak baik dalam upaya penanganan Covid-19.

Dampaknya termasuk dalam memutus mata rantai penyebarannya karena pemeriksaannya dapat dilakukan di daerah dan samplenya dikirim ke lab.

Dengan begitu lanjutnya, dr Dewi masyarakat yang reaktif rapid test dapat mengetahui status kesehatannya, apakah positif atau negatif Covid-19 lebih mudah.

Dikatakan, untuk pemeriksaan swab, hasilnya dapat diperoleh antara sepekan hingga dua pekan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved