Update Corona di Aceh Barat
Begini Kondisi Empat Pasien Covid-19 di Aceh Barat
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat melalui Sekdis M Idrus kepada Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020), menjelaskan, bahwa masa isolasi dan penanganan...
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat melalui Sekdis M Idrus kepada Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020), menjelaskan, bahwa masa isolasi dan penanganan terhadap empat orang pasien Covid-19 tersebut akan berakhir pada Minggu (9/8/2020.
Laporan Sa’dul bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sebanyak 4 orang pasien Coronavirus Disease (Covid-19) di Aceh Barat, telah menyelesaikan masa isolasi dan penanganan selama 10 hari.
Pada Minggu (9/8/2020) besok, mereka akan dibebaskan.
Selain itu, pasien yang akan dibebaskan itu akan disertai surat keterangan dari kesehatan, bahwa yang bersangkutan telah menjalani isolasi penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Jiwa di Beureugang, Kecamatan Kaway XVI.
Sementara selama masa penanganan, keempat pasien tersebut tidak menimbulkan gejala Corona dan pasien dalam kondisi sehat.
Selama penanganan, pemerintah memenuhi kebutuhan pasien.
Mereka semua adalah satu keluarga masing-masing MT (41), ER (41), BA (16), dan MF (12).
• Selama Pandemi Covid-19, Hanya 30 Persen Kopi Arabika Gayo yang Diekspor
Mereka adalah suami istri dan anak yang berasal dari Jakarta Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat melalui Sekdis M Idrus kepada Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020), menjelaskan, bahwa masa isolasi dan penanganan terhadap empat orang pasien Covid-19 tersebut akan berakhir pada Minggu (9/8/2020.
Sehingga mereka semua akan segera ke luar dari tempat isolasi di Beureugang, sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.
Sebelumnya, tim kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat siaga melakukan pengawasan dan penanganan terhadap 4 orang pasien Covid-19 di ruang isolasi khusus yang telah disiapkan di Rumah Sakit Jiwa Beureugang.
Untuk penanganan pasien tersebut, terdiri atas satu orang dokter dan sejumlah perawat dari puskesmas dan pihak rumah sakit.
“Selain adanya petugas khusus kesehatan, kita juga di-backup oleh TNI dan Polri serta anggota Satpol PP untuk keamanan di rumah sakit tersebut, ditambah dengan security dalam penanganan pasien Corona itu,” kata Idrus.
Sebelumnya, ketika mereka berada di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo dilaporkan oleh aparat gampong setempat guna untuk dilakukan rapid test.
Sebab mereka baru datang dari Jakarta.
Sehingga pada Minggu (27/7/2020), dilakukan rapid test dan pada Senin (27/7/2020) dilakukan tes swab.
• Bripka Julianto Pane, Bhabinkamtibmas Polres Gayo Lues Bangun Pondok Pesantren
Dari hasil tes swab yang keluar pada Jumat (31/7/2020), keempat orang itu positif terpapar corona.
Sehingga pihak petugas kesehatan dan gugus tugas menjemput pasien tersebut untuk dilakukan penanganan.
Guna mencegah supaya tidak ada penyebaran Corona di Aceh Barat.
Terkait dengan adanya pasien tersebut, menyebabkan 27 orang warga di Gunong Kleng di rapid test serta di swab.
Hasilnya, kesemua warga tersebut juga negatif.
Namun, sebelumnya sejumlah warga tersebut juga menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Termasuk didirikan dapur umum untuk warga di daerah tersebut.
“Maka dengan berakhirnya penanganan empat pasien Covid-19 di Aceh Barat, sehingga untuk sementara pasien Covid-19 kosong di Aceh Barat dan berharap hal itu jangan terjadi lagi,” harap Idrus.
Menyangkut dengan penanganan Covid-19 ini, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
Guna mencegah terjadinya penyebaran virus Corona. (*)
• Omzet Penjualan Bendera Merah Putih di Aceh Tamiang Turun Drastis Akibat Pandemi Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/m-idrus-sekdis-kesehatan-aceh-barat.jpg)