Luar Negeri
Kasus Virus Corona Arab Saudi, Pasien Sembuh 250 Ribu Orang, Total 287 Ribu Orang
Kerajaan Arab Saudi telah berhasil memulihkan lebih dari 250.000 pasien virus Corona sampai Sabtu (8/8/2020).
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi telah berhasil memulihkan lebih dari 250.000 pasien virus Corona sampai Sabtu (8/8/2020).
Jumlah total pasien virus Corona Arab Saudi lebih dari 287.000 orang, seperti dilansir ArabNews, Sabtu (8/8/2020).
Sehingga, jumlah pasien yang masih dirawat rumah sakit, sekitar 37.000 orang lagi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Sabtu (8/8/2020) melaporkan 1.469 kasus baru virus Corona.
Kasus baru terbanyak tercatat di Riyadh dengan 101 kasus baru.
Kota Suci Madinah juga ditemukan 61 kasus baru
Di Kota Dammam dan Jazan, sama-sama mencatat 47 kasus baru.
Kemenkes Arab Saudi juga melaporkan 1.492 pasien virus Corona sembuh.
Sedangkan jumlah kematian akibat virus Corona bertambah 37 orang.
Sehingga, jumlah warga Arab Saudi yang meninggal akibat virus Corona sebanak 3.130 orang.
• Sekjen Liga Arab Kunjungi Lebanon, Saksi Ledakan Dahyat Beirut Tidak Percaya Masih Hidup
• Kesaksikan Korban Selamat Air India Express, Pesawat Terguncang Keras, Penumpang Berteriak-teriak
• Ledakan Dahsyat Beirut, Korban Bertambah, Bantuan Terus Mengalir, Istri Dubes Belanda Meninggal
Sementara, dari Negara Bagian Victoria di Australia dilaporkan 466 kasus baru virus Corona dan 12 kematian.
Angka-angka itu dirilis karena Kota Melbourne tetap terkunci dan berada di bawah jam malam, seperti dilansir AP, Sabtu (8/8/2020).
Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews mengatakan enam kematian itu terkait dengan wabah di fasilitas perawatan lansia.
Pada Jumat (7/8/2020), ketika negara bagian melaporkan 450 kasus baru dan 11 kematian, kepala petugas kesehatan mengatakan tingkat infeksi masih relatif datar dalam seminggu terakhir.
Seminggu sebelumnya, dilaporkan 725 infeksi baru dalam sehari.
Kematian yang diumumkan pada Sabtu membuat jumlah korban di negara bagian itu menjadi 193 orang.
Sedangkan angka kematian karena Covid-19 di Australia menjadi 278 orang.
Di perbatasan negara bagian Queensland dengan New South Wales telah secara resmi ditutup dengan akses jalan diblokir untuk semua orang.
Kecuali pekerja penting dan penduduk yang tinggal di sepanjang perbatasan antar negara bagian.
Polisi melaporkan hampir 150 orang telah ditolak masuk pada jam-jam awal penutupan.
Di India mencatat 933 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir ini.
Jumlah infeksi baru melonjak menjadi 61.537 kasus, hingga totalnya mencapai hampir 2,1 juta orang.
Kementerian Kesehatan India, Sabtu (8/8/2020) mengatakan total kematian 42.518 orang, termasuk 20.000 lebuh dalam 30 hari terakhir.
Rata-rata sekitar 50.000 kasus baru dilaporkan setiap hari sejak pertengahan Juni 2020.
Kementerian meminta otoritas negara untuk menguji pekerja toko kelontong dan pedagang kaki lima.
Kementerian beralasan jika tidak terdeteksi, mereka berpotensi menyebarkan infeksi ke sejumlah besar orang.
India memiliki beban kasus tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.
Meskipun India telah mempertahankan angka kematian yang relatif rendah, penyakit ini telah menyebar luas ke seluruh negeri.
China melaporkan 31 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, terutama di wilayah Xinjiang barat jauh.
Di mana wabah telah menginfeksi sekitar 750 orang.
Komisi Kesehatan Nasional mengatakan 25 kasus baru telah dikonfirmasi di Xinjiang.
Enam lainnya adalah orang-orang yang datang dari luar daratan China.
China telah berhasil menghentikan penyebaran penyakit di dalam negeri sejak Maret 2020.
Tetapi telah ditemukan beberapa penularan lokal sejak saat itu.
Kasus-kasus terbaru yang dikonfirmasi membuat total kumulatif China menjadi 84.596 orang sejak pandemi dimulai.
Dari jumlah tersebut, 4.634 orang telah meninggal.
Jumlah kasus di China tidak termasuk orang yang dites positif, tetapi tidak menunjukkan gejala.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/arab-saudi-diguyur-hujan-deras.jpg)