Luar Negeri
Ledakan Dahsyat Beirut, Korban Bertambah, Bantuan Terus Mengalir, Istri Dubes Belanda Meninggal
TV pemerintah Suriah, Sabtu (8/8/2020) melaporkan 43 warga negaranya tewas dalam ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon. TV mengutip Kedutaan Besar Suriah
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - TV pemerintah Suriah, Sabtu (8/8/2020) melaporkan 43 warga negaranya tewas dalam ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon.
TV mengutip Kedutaan Besar Suriah di Lebanon yang mengatakan jumlah tersebut belum final karena pencarian untuk puluhan orang hilang masih berlangsung.
Lebanon menjadi rumah bagi lebih dari satu juta warga Suriah, banyak dari mereka pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara, seperti dilansir AP, Sabtu (8/8/2020).
Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan ledakan Pelabuhan Beirut menewaskan 154 orang, termasuk 21 jenazah yang belum diidentifikasi dan 45 orang masih hilang.
Sedangkan Presiden Partai Kristen Lebanon mengatakan tiga legislator kelompoknya di parlemen akan mengundurkan diri sebagai protes terhadap pemerintah atas ledakan mematikan itu.
Samy Gemayel membuat komentarnya pada Sabtu (8/8/2020) saat pemakaman seorang pejabat senior Partai Kataeb yang tewas dalam ledakan Selasa (4/8/2020).
Partai Kataeb, bagian dari oposisi dan dikenal kritikan keras terhadap pemerintah yang didukung oleh kelompok militan Hizbullah dan sekutunya.
• Arab Saudi Kirim Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis ke Lebanon
• China Kirim Bantuan Medis ke Lebanon, Inggris Luncurkan Kapal Perang
• Raja Salman Perintahkan Bantuan ke Lebanon: Kami Merasakan Penderitaan Anda
Parlemen Lebanon memiliki 128 anggota dan beberapa legislator mengatakan akan mengundurkan diri sebagai protes atas korupsi yang meluas.
Anggota parlemen Marwan Hamadeh mengundurkan diri awal pekan ini sebagai protes setelah ledakan terjadi.
Pada bagian lain, Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay mengatakan Ankara siap membantu Lebanon membangun kembali pelabuhan Beirut.
Dikatakan, Turki telah mengirim pesawat ambulans untuk mengevakuasi beberapa korban terluka untuk perawatan di rumah sakit Turki.
Oktay berbicara pada Sabtu (8/8/8) kepada wartawan setelah bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Aoun.
Dia menambahkan tim penyelamat Turki sedang bekerja di pelabuhan yang hancur dalam ledakan besar pada Selasa.
Oktay mengatakan Turki sudah mengirimkan dua rumah sakit lapangan, 400 ton gandum dan produk makanan.
Dia menambahkan pemerintahnya siap menggunakan pelabuhan Mersin di Turki untuk menerima produk yang nantinya dapat dikirim ke Lebanon dengan kapal yang lebih kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/relawan-lebanon-bersihkan-puing-puing-ledakan-beirut.jpg)