Konflik Gajah dan Manusia di Aceh Jaya, Marnudin Syok Mendengar Suara Pohon Patah
Hewan yang dilindungi negara ini telah berulangkali beraksi merusak tanaman warga, karena habitatnya juga telah rusak akibat ulah tangan manusia
Persoalan gajah dengan manusia tidak akan habis-habisnya. Hewan yang dilindungi negara ini telah berulangkali beraksi merusak tanaman warga, karena habitatnya juga telah rusak akibat ulah tangan manusia.
Terbaru, kawanan gajah liar kembali beraksi di kawasan Desa Lhok Boat, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Rabu (5/8/2020) malam. Selain merusak rumah warga, kawanan Po Meurah juga mengubrak abrik perkebunan milik masyarakat.
Marnudin (58) adalah salah satu warga Lhok Boat yang melihat langsung ketika kawanan gajah mengubrak-abrik kebun dan merusak rumahnya. Ia bercerita keluarganya sangat syok saat melihat aksi kawanan gajah liar itu.
Saat kejadian, dia dan keluarganya berada tidak jauh dari rumah. "Kita dengar suara gajah di luar, kayak lagi matahin pohon gitu," ungkap Marnudin (58). Ia menambahkan, setelah mematahkan pohon di luar rumah, gajah langsung beraksi merusak rumahnya.
Camat Setia Bakti, A.G Suhadi menjelaskan, berdasarkan cerita beberapa masyarakat yang didengarnya, kawanan gajah tersebut berjumlah lebih dari 30 ekor. "Malam Lebaran Haji pertama sempat dihadang di kawasan kebun oleh seorang warga yang berada di atas pemukiman tersebut. Katanya ada sekitar 30 ekor lebih gajah," kata pria yang akrap disapa A.G ini.
Mantan Kabag Humas Pemkab Aceh Jaya ini menambahkan, ketika dirinya bersama Tim BKSDA, Polhut, dan pihak kepolisian serta TNI meninjau lokasi, kawanan gajah masih berada tidak jauh dari lokasi kebun dan rumah warga yang diubrak-abrik.
"Pas kami sampai ke lokasi, kawanan gajah sempat menyambut kami dengan suaranya yang kami prediksi kawanan gajah itu berada sekitar 200 meter dari lokasi kami tinjau," tandasnya.
Mereka kemudian menghalau kawanan gajah dengan menggunakan mercon, agar menjauh dari pemukiman masyarakat.
Bantuan
Keesokan hari setelah peristiwa itu terjadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya memberikan bantuan masa panik kepada keluarga Marnudin (58), warga Desa Lhok Boat, Kecamatan Setia Bakti, yang menjadi korban dari amukan gajah liar. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB didampingi Sekretaris Daerah, Kadis Sosial, dan sejumlah pejabat lainnya.
"Hari ini, kita serahkan bantuan masa panik kepada warga yang musibah amukan gajah liar, baik berupa bantuan sandang dan juga pangan serta bantuan dana dari Baitul Mal kita," kata T Irfan TB setelah menyampaikan rasa turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga Marnudin.
Bupati menambahkan, pihaknya menerima laporan terkait kerugian yang dialami warganya, yaitu 2 hektare sawit siap panen dan serai wangi, serta tanaman lainnya. "Untuk rumah, sudah kita sampaikan kepada Kalak BPBD untuk dapat membantu hunian sementara. Sedangkan untuk kebun warga, akan kita koordinasikan dengan dinas terkait," tandasnya.
Bupati sangat berharap agar ada solusi yang dilakukan BKSDA sebagai upaya mencegah konflik gajah berkepanjangan dan masyarakat. Pihaknya akan menyampaikan kepada dinas terkait untuk dapat membantu kembali warga terdampak, baik itu bantuan bibit tanaman yang dirusak gajah.
Illegal logging
Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Ariyanto mengatakan pihaknya menghadapi dilema dalam menangani konflik gajah dan manusia di seluruh Aceh. Pasalnya, di satu sisi masyarakat digalakkan untuk menanam pohon dan kepala sawit. Sementara di sisi lain, kedua tanaman itu sangat disenangi oleh gajah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kondisi-rumah-warga-yang-diobrak-abrik-gajah-liar-di-aceh-jaya.jpg)