Breaking News:

Abdya dan Nagan Tunda Pelaksanaan Swab

Pengambilan sampel swab tenggorokan dan hidung terhadap warga puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Foto kiriman warga
Penutupan Puskesmas Alue Bilie, Darul Makmur Nagan Raya, Kamis (30/7/2020) 

* Tunggu Kepastian dari Balitbangkes Aceh

SUKA MAKMUE - Pengambilan sampel swab tenggorokan dan hidung terhadap warga puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Nagan Raya terpaksa ditunda karena Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh ditutup sementara menyusul terinfeksinya dua staf di lab tersebut.

“Pengambilan sampel swab tenaga medis di RSU TP (Rumah Sakit Umum Teuku Peukan) dan tenaga medis di Puskesmas yang reaktif, baru bisa dilakukan setelah normal kembali kegiatan pemeriksaan di laboratorium Balitbangkes Aceh,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes kepada Serambi, Sabtu (8/8/2020).

Pihaknya menyebutkan, pada 4 Agustus lalu juga sudah mengirim sampel swab sebanyak 33 spesimen ke Balitbangkes Aceh. “Sampel swab 33 tenaga medis itu malah sudah dibawa untuk diperiksa di laboratorium Jakarta dan hasilnya belum kita terima sampai hari ini,” imbuh Safliati.

Safliati juga menginformasikan ada dua tenaga kesehatan di dua Puskesmas reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Babahrot dinyatakan reaktif dengan gejala, kemudian dimasukkan dalam status ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Satu lagi tenaga kesehatan dari Puskemas Sangkalan, Susoh dinyatakan reaktif tanpa gejala, tapi isolasi mandiri.

“Satu tenaga medis reaktif dari Puskesmas Babahrot tidak ada rirawat perjalanan luar daerah. Namun yang bersangkutan ada gejala demam dan batuk. Karena ada gejala, ia kita masukkan dalam status ODP dan harus menjalani isolasi mandiri,” kata Safliati.

Kepala Dinkes Abdya ini menjelaskan, rapid test terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas belakangan ini gencar dilaksanakan setelah ditemukannya 23 kasus positif, dimana 17 orang di antaranya adalah tenaga medis di RSU TP Abdya.

Demikian juga di Kabupaten Nagan Raya. Ada puluhan tenaga medis yang direncanakan akan dilakukan pengambilan sampel swab, juga terpaksa ditunda. “Sementara waktu pengambilan swab ditunda," kata Koordinator Dokter Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Nagan Raya, dr Edi Hidayat SpPD, kepada Serambi, Sabtu (8/8/2020).

Puluhan tenaga kesehatan di Nagan Raya perlu dilakukan swab untuk memastikan mereka tidak terinfeksi Covid-19, sebab sebelumnya sempat kontak dengan pasien positif Corona. Sejauh ini, jumlah tenaga kesehatan yang sudah dilakukan swab sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 15 perawat, dokter, petugas ambulans, dan anggota gugus tugas.

“Sedangkan nakes dari Puskesmas belum kita swab. Ini karena Balitbangkes meminta menunda dengan sejumlah penyebab," uja Edi Hidayat. Dia menyebutkan, nakes yang harus diswab itu berasal dari Puskesmas Alue Bilie dan Puskesmas Suka Mulya. Saat ini para nakes tersebut sedang menjalani isolasi mandiri.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved