Breaking News:

Aceh Tamiang Tambah 50 Ranjang Untuk Karantina Pasien Covid-19

Lonjakan kasus Covid-19 di Aceh Tamiang dalam sepekan terakhir disikapi pemerintah setempat dengan menambah 50 unit

SERAMBI/RAHMAD WIGUNA
Mes SKB Aceh Tamiang menjadi salah satu tempat karantina pasien Covid-19. Dalam waktu dekat pemeriksaan swab bisa dilakukan sendiri menyusul tersedianya seribu unit cartridge sebab. 

KUALASIMPANG - Lonjakan kasus Covid-19 di Aceh Tamiang dalam sepekan terakhir disikapi pemerintah setempat dengan menambah 50 unit tempat tidur atau ranjang yang akan digunakan untuk pasien karantina. Penambahan 50 unit tempat tidur ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu lonjakan kasus positif Covid-19 kembali terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Aziz mengungkapkan, sebanyak 50 unit tempat tidur ini nantinya akan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Aceh Tamiang. Seperti diketahui, GOR tersebut menjadi salah satu tempat karantina bagi pasien Covid-19 di Aceh Tamiang.

"Kita memiliki tiga tempat karantina Covid-19, satu di antaranya merupakan GOR yang akan diisi 50 tempat tidur. Nantinya, 50 unit tempat tidur yang kita tambah ini akan kita tempatkan di sana sebagai tempat karantina pasien Covid-19," kata Ibnu Aziz, Sabtu (8/8/2020).

Aziz optimis GOR yang terletak di jalan lintas Medan - Banda Aceh ini bisa difungsikan selambat-lambatnya dalam dua pekan ke depan. Nantinya gedung ini juga akan dilengkapi fasilitas lain, misalnya kipas angin dan untuk pasien akan rutin diberi vitamin secara rutin.

Dia menjelaskan saat ini Aceh Tamiang telah memfungsikan Mes SKB di Kecamatan Karangbaru yang memiliki kapasitas 14 kamar, sementara di RSUD Aceh Tamiang telah disiapkan 26 kamar sebagai tempat karantina.

"Rumah sakit sesuai ketentuan harus menyiapkan 10 persen kamarnya untuk ruang karantina. Jadi kalau sekarang ada 260 kamar, 26 kamar khusus untuk karantina Covid-19,” bebernya.

Bila seluruh kamar ini telah dilengkapi fasilitas karantina, antisipasi Aceh Tamiang menghadapi ancaman lonjakan Covid-19 dinilai telah cukup baik. Meski begitu dia tetap mengimbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan agar penyebaran virus ini tidak semakin meluas.

Data terakhir jumlah masyarakat Aceh Tamiang yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 45 orang dengan rincian 21 sudah sembuh dan 24 orang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan hingga kini menjalani isolasi mandiri.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan, menjaga kebersihan, pakai masker, cuci tangan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Aceh Tamiang Ibnu Aziz mengakui pihaknya juga telah memesan seribu unit cartridge swab. Pemesanan ini dilakukan sebagai antisipasi terus melonjaknya kasus Covid-19 di Aceh Tamiang yang terjadi dalam seminggu terakhir.

Data terakhir jumlah masyarakat Aceh Tamiang yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 45 orang dengan rincian 21 sudah sembuh dan 24 orang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan hingga kini menjalani isolasi mandiri. "Kita pesan ke Jakarta, dalam waktu ini vendornya datang ke Aceh Tamiang," kata Ibnu Aziz, Sabtu (8/8/2020).

Aziz menjelaskan pembelian cartridge ini merupakan bantuan Dinas Kesehatan Aceh yang bersedia mengucurkan anggaran Rp 1,3 miliar. Harga satu unit cartidge ini sendiri disebut Aziz mencapai Rp 650 ribu.

"Jadi sebagian bantuan ini kita belikan cartridge. Kalau alat swabnya kita sudah punya," lanjutnya.

Diterangkannya fungsi cartridge ini sama seperti PCR untuk konfirmasi diagnosis Covid-19. Artinya bila barang ini sudah tersedia, Aceh Tamiang tidak perlu lagi mengirim sampel swab ke Banda Aceh. "Nanti semuanya dilakukan di rumah sakit kita, termasuk hasil sampelnya sudah bisa diketahui di Aceh Tamiang,” terangnya. (mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved