Breaking News:

Biasanya untuk Kontes Ketangkasan, Sekarang untuk Hewan Kurban

Domba garut atau biasa disebut domba priangan adalah domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut

Biasanya untuk Kontes Ketangkasan, Sekarang untuk Hewan Kurban
FOTO/HUMAS PEMKAB NAGAN RAYA
Seorang pekerja di peternakan warga mengurus domba Garut di Desa Lueng Teungku Ben, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Kamis lalu.

* Domba Garut di Nagan Raya

Domba garut atau biasa disebut domba priangan adalah domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut. Jika di daerah lain, domba berukuran jumbo ini sering diikutkan dalam kontes ketangkasan, maka di Nagan Raya justru dijadikan hewan kurban.

Seorang PNS di Kabupaten Nagan Raya, Tamarlan, berhasil melakukan pengembangan ternak domba garut di lahan peternakannya, Jawara Saweung Farm, Gampong Lueng Teungku Ben, Kecamatan Kuala Pesisir. Berawal dari tiga ekor, kini jumlah domba-domba miliknya sudah mencapai puluhan ekor.

Domba garut memiliki bobot tubuh yang lebih besar ketimbang jenis domba lain, karena itu domba ini sering dijadikan domba adu dalam kontes ketangkasan. Tak heran harganya menjadi cukup mahal.

Tamarlan mulai tertarik memelihara domba garut ini pada tahun 2012 silam. Ia membeli tiga ekor dari dari Jawa Barat. Tamarlan mengaku memelihara domba itu awalnya karena hobi, suka melihat karakter dan tubuh domba yang besar.

“Awalnya hanya hobi. Saya suka melihat karakter domba Garut ini, bobot dan tubuhnya besar. Kalau di Jawa, domba ini sering dikonteskan untuk adu ketangkasan,” kata Tarmalan kepada Serambi dua hari lalu.

Meskin hanya hobi, namun peternakan domba garut miliknya terus berkembang, hingga pada tahun 2018, ia menambah domba untuk pembibitan. Semua tentang memelihara domba garut ia pelajari melalui internet.

“Dulu kalau domba sakit minta pertolongan sama dokter hewan. Tapi Insya Allah sekarang kalau ada yang sakit bisa saya tangani sendiri,” ujarnya.

Dari pengalamannya itulah, Tarmalan mengungkapkan jika memelihara domba garut sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Penyakit yang sering terjadi pun kebanyakan hanya kembung disebabkan pemberian pakan yang tidak teratur.

Ia mengaku sebelumnya sering memberi pakan rumput liar yang banyak tumbuh di sekeliling area peternakannya. Namun dengan bertambahnya jumlah domba, mengharuskan dirinya untuk menanam rumput sendiri.  Ia pun ikut mempekerjakan dua orang untuk mengurus peternakannya.

“Ada 5 jenis rumput yang ditanam di lahan seluas 4 hektare ini, yaitu rumput jenis setaria, mombaca, odot, brachiaria humidicola dan pachong,” sebut Tamarlan.

Tamarlan juga mengaku, di awal-awal memelihara domba garut, targetnya hanyalah untuk dikurbankan kepada keluarga dan kerabat dekat. Namun seiring berjalannya waktu dan meningkatnya permintaan, domba-dombanya itu mulai dipasarkan. “Tapi sebelum menjual, saya harus memenuhi nazar saya untuk hewan kurban atas nama keluarga dekat dulu,” imbuhnya.

Karena itu pula ia belum melakukan promosi secara khusus dalam memasarkan domba-dombanya, meski permintaan menjelang Idul Adha kemarin sudah sangat tinggi. “Kalau kita promosikan, kita takut nanti stoknya tidak mencukupi. Seperti tahun ini, pejantan yang kita siapkan untuk kurban, seluruhnya habis terjual,” ungkap Tamarlan.(rizwan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved