Breaking News:

Pemko akan Batasi Jam Buka Warkop

Aminullah Usman kepada Serambi kemarin menyampaikan, pembatasan jam operasional warkop/restoran akan menjadi salah satu

For Serambinews.com
Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak MM 

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan membatasi jam buka warkop, cafe, dan restoran di Banda Aceh. Tempat usaha yang berpotensi berkumpulnya orang banyak itu akan dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 23.00 Wib.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman  kepada Serambi kemarin menyampaikan, pembatasan jam operasional warkop/restoran akan menjadi salah satu pembahasan yang akan dibawa dalam rapat forkopimda yang dijadwalkan berlangsung, Senin (10/8/2020) besok.

Aminullah menjelaskan, dalam rapat forkopimda nanti akan membahas tentang inpres no 6 tahun 2020 tentang pencegahan Covid. Sehingga nanti isi inpres tersebut akan dirincikan pelaksanaannya di lapangan. “Nanti akan dibuat pergub atau perwal yang berdasarkan inpres ini, nanti akan diatur tentang upaya pencegahannya, kalau pembatasan warung kopi dan restoran itu hanya salah satu kebijakannya,” ujarnya.

Dikatakan, nanti aturan tersebut akan lebih menekankan kepada kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Nanti akan lebih ditingkatkan soal pemakaian masker, jaga jarak, mencuci tangan, serta ketersedian fasilitas pencegahan di tempat-tempat publik, seperti pusat perbelanjaan. “Selain menjalankan protokol kesehatan, nanti kita juga akan kembali ke Peraturan Wali Kota yang sebelumnya, jadi usaha paa saja harus tutup pukul 23:00 WIB,” ujar Aminullah.

Ditambahkan, untuk pelanggar pihaknya belum bisa menerapkan denda, karena harus disusun dalam sebuah qanun dulu. Namun nanti sanksinya akan merujuk kepada inpres no 6 tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman juga mengusulkan jika ada sebuah aturan yang diterapkan, maka harus kompak diberlakukan untuk semua kabupaten/kota. Karena saat ini hampir semua daerah yang ada di Aceh sudah terjangkiti oleh Covid-19.

“Jangan nanti di sini diterapkan aturan itu, tapi di wilayah tetangga tidak menerapkan, maka sama saja itu, karena kemana pun kita pergi sudah ada Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan Aminullah, soal penerapan yang harus serentak di sleuruh kabupaten/kota itu akan menjadi usulan pihaknya kepada Gubernur Aceh dalam rapat forkopimda tersebut.

Ia berharap semua warga Banda Aceh supaya dapat patuh terhadap protokol kesehatan, supaya penyebaran virus tersebut dapat dicegah.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved