Breaking News:

Siapkan Cadangan Pangan, Singkil Kembangkan Tanaman Jagung  

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, terus menggalakkan program ketahanan pangan, hal itu sebagai upaya mempersiapkan cadangan pangan pada masa

SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
BUPATI Aceh Singkil, Dulmusrid menanam jagung di Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil, sebagai antisipasi rawan pangan pada masa pandemi Covid-19, Sabtu (8/8/2020). 

SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, terus menggalakkan program ketahanan pangan. Hal itu sebagai upaya mempersiapkan cadangan pangan pada masa pandemi virus Corona yang belum diketahui kapan akan berakhir.

Mewujudkan itu Dulmusrid bersama perwakilan Muspida dan warga melakukan penanaman jagung di lahan milik masyarakat Desa Takal Pasir, Sabtu (8/8/2020). Lokasi penaman berada di lahan bekas permukiman penduduk Takal Pasir yang berada di pinggir sungai.

Lahan itu dipilih lantaran dahulu dikenal subur, sebelum gempa tsunami mengguncang Aceh-Nias pada 28 Maret 2005, bahkan saat itu menjadi lumbung pangan masyarakat. Butuh perjuangan keras menjangkau lokasi dari Desa Takal Pasir saat ini menuju bekas pemukiman Takal Pasir lama.

Rombongan harus naik perahu kayu kecil menyusuri anak sungai, hingga sampai lokasi di pinggir sungai besar yang hulunya berada di Aceh Tenggara. Tempias air pun berulang kali membasahi badan.

Di lokasi terlihat hamparan lahan seluas mata memandang. Lahan tersebut ditumbuhi tanaman muda, pertanda sebelumnya pernah dikelola. Pada bagian lain lahan terdapat tanaman timun, cabai dan kacang panjang.

Di dekat tanaman itulah Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid bersama, Muspida, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Kuatno, Camat Singkil Sopian, pejabat lain serta warga menanam jagung. "Ini hanya simbolis, selanjutnya teruskan oleh masyarakat," kata Dulmusrid.

Ia menekankan kegiatan tanam jagung jangan hanya seremonial. Tetapi harus sukses hingga panen. "Kita dihadapkan pada kemungkinan krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Kalau kita tidak persiapan cadangan pangan dari sekarang kapan lagi," tegasnya dan meminta dinas teknis terkait melakukan pendampingan serius.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved