Luar Negeri
Kasus Virus Corona Arab Saudi, 36.469 Pasien Masih Dirawat, Sembuh 253.478 Orang
Kerajaan Arab Saudi masih merawat 36.469 pasien virus Corona sampai Senin (10/8/2020). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (10/8/2020)
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi masih merawat 36.469 pasien virus Corona sampai Senin (10/8/2020).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (10/8/2020) melaporkan temuan 1.257 kasus baru.
Kasus baru terbanyak ditemukan di Ibu Kota Riyadh dengan 88 kasus baru.
Kota Damman juga masih mencatat 65 kasus baru
Dan Kota Al-Hafouf sebanyak 62 kasus baru.
Sehingga jumlah total kasus virus Corona Arab Saudi sudah mencapai 289.947 orang, seperti dilansir ArabNews, Senin (10/8/2020).
Kemenkes Arab Saudi juga mengumumkan pasien virus Corona yang pulih sebanyak 1.439 orang.
Dengan penambahan itu, maka pasien virus Corona Arab Saudi yang sembuh menjadi 253.478 orang.
Sehingga, warga Arab Saudi yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit akibat Covid-19 berjumlah 36.469 orang.
Kemenkes Arab Saudi juga melaporkan 32 kematian akibat virus Corona.
Dengan demikian, jumlah kematian terkait virus Corona menjadi 3.199 orang.
• Tokoh Komik Jepang Mulai Digemari di Arab Saudi, Seorang Pria 31 Tahun Buka Akiba Cafe
• Arab Saudi Uji Klinis Vaksin Virus Corona Tahap Tiga ke 5.000 Relawan, Bekerjasama dengan China
• Kasus Virus Corona Arab Saudi, Pasien Sembuh 250 Ribu Orang, Total 287 Ribu Orang
Sementara, Australia melaporkan jumlah kasus harian baru paling rendah di Melbourne, sejak bulan lalu.
Tetapi itu juga melaporkan total kematian harian tertinggi di negara itu sejak wabah virus dimulai.
Negara bagian Victoria melaporkan 322 infeksi baru dan 19 kematian baru pada Senin (10/8/2020).
Dengan kematian 14 orang di fasilitas perawatan lansia.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison berharap sekarang kasus-kasus menjadi stabil di Victoria daripada seminggu terakhir.
Tetapi Perdana Menteri negara bagian, Daniel Andrews memperingatkan tidak terlalu banyak data yang dapat dibaca dalam satu hari.
Dikatakan, beberapa tindakan penguncian paling ketat di negara bagian itu mulai berlaku pada Minggu (9/8/2020) malam.
Jumlah kasus baru merupakan yang terendah tercatat di Victoria sejak 29 Juli 2020.
Angka tersebut tidak termasuk infeksi baru dan kematian dari negara bagian Australia lainnya.
Victoria telah menghitung keduanya dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak wabah dimulai, Australia telah melaporkan 21.000 lebih infeksi dan 300 lebih kematian.
Sedangkan transmisi lokal baru China turun menjadi hanya 14 orang, seperti dilansir AFP, Senin (10/8/2020).
Tetapi diimbangi dengan 35 kasus baru di antara wisawatan China yang pulang dari luar negeri.
Semua kasus lokal baru yang dilaporkan Senin oleh Komisi Kesehatan Nasional berada di wilayah baratlaut Xinjiang, dengan ibu kota Urumqi.
China telah melaporkan 4.634 kematian akibat penyakit tersebut di antara 84.668 kasus.
Hong Kong melaporkan 72 kasus baru dan lima kematian karena terus memerangi infeksi dengan aturan yang diperketat tentang makan di dalam ruangan.
Kemudian, wajib maker di tempat umum dan kota semi-otonom itu telah melaporkan 52 kematian di antara 4.079 total kasus.
Sri Lanka juga mulai membuka kembali sekolah hampir lima bulan setelah ditutup.
Langkah pemerintah dilakukan ketika otoritas kesehatan mengatakan telah berhasil mengendalikan virus Corona.
Berdasarkan rencana pembukaan kembali, siswa kelas 5, 10, 11, 12, dan 13 akan bersekolah setiap hari karena harus bersiap untuk ujian.
Siswa di kelas 1, 2, 3, 6, 7 dan 8 akan menghadiri satu hari per minggu.
Sedangkan siswa kelas 4 dan 9 akan datang dua hari dalam seminggu.
Sri Lanka telah melaporkan 2.841 kasus virus Corona dan 11 kematian.
Negara tetangga, mantan Presiden India Pranab Mukherjee positif virus Corona.
Mukherjee (84) mengatakan mengetahui positif ketika pergi untuk pemeriksaan kesehatan rutin.
Dia meminta semua orang yang menghubunginya minggu lalu untuk mengisolasi diri dan menjalani tes.
Mukherjee adalah presiden India antara 2012 dan 2017.
Selama beberapa minggu terakhir, beberapa pemimpin politik India dinyatakan positif atau menjalani karantina.
India memiliki hampir 2,3 juta kasus virus Corona yang dikonfirmasi, jumlah tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.
Sedikitnya 44.386 orang telah meninggal di negeri itu.
Negara itu telah melaporkan rata-rata sekitar 50.000 kasus baru sehari sejak pertengahan Juni 2020.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-sakit-demam-di-jeddah-arab-saudi.jpg)