Breaking News:

Berita Aceh Timur

Yuk, Berwisata Sambil Nikmati Salak Pondoh di Peunaron, Aceh Timur, Bisa Petik Langsung di Pohon

Suprio mengaku setiap hari banyak warga datang dari berbagai daerah ke tempatnya untuk membeli salak pondoh

SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Pengunjung saat membeli salak pondoh dengan petik langsung di pohon milik Suprio di Dusun Pertemuan, Desa Buket Tiga, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur. Foto SERAMBINEWS.COM / SENI HENDRI 

Suprio mengaku setiap hari banyak warga datang dari berbagai daerah ke tempatnya untuk membeli salak pondoh.

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Jika ingin berwisata sambil menikmati salak pondoh, datanglah ke Peunaron, Aceh Timur.

Pasalnya, kebun salak di sana bisa dipetik langsung oleh si pembeli.

Bahkan bisa sekaligus berwisata di kebun milik petani di wilayah itu.

Adalah, Suprio salah satu petani di Dusun Pertemuan, Desa Buket Tiga, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.

Dia mulai mengembangkan tanaman salak pondoh sejak beberapa tahun lalu.

Kini, salak pondoh yang ditanam Suprio di sekitar rumahnya itu sudah bisa dipanen.

Suprio yang ditemui Serambinews.com beberapa waktu lalu, mengaku setiap hari banyak warga datang dari berbagai daerah ke tempatnya untuk membeli salak pondoh.

Suplai Air dari Pipa PDAM Berulah Lagi, Saat Buka Kran Air tak Keluar

Dokter Aceh Singkil: Penyakit Ini Nyata, Paru-paru Saya Mengalami Kerusakan yang Lumayan Hebat

Rektor UTU Prof Jasman J Ma’ruf, Baru Tahu, Pasokan Listrik Aceh Melebihi Pemakaian

Harga per kilonya, jelas Suprio, yaitu Rp 12,500 per kg.

Pembeli yang datang ke lokasi bisa memetik buah salak langsung dari pohon sesuai selera.

"Tapi saat ini hasil panen sedang trek, sehingga stok tak mampu memenuhi permintaan pembeli,” ungkap Suprio.

Biasanya, kata Suprio, panen puncak buah salak yaitu bulan November, dan buah baru bisa dipetik dan enak dimakan setelah berusia 4 bulan.

Saat ini sejumlah petani lainnya di daerah itu mulai mengembangkan tanaman salak pondoh seperti Suprio.

Selain salak, petani juga mengembangkan tanaman jeruk manis yang dijual Rp 15 ribu per 2 Kg. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved