Breaking News:

Bisnis

Harga Emas di Banda Aceh belum Stabil, Hari Ini 3 Kali Naik Turun, Nilainya Hampir Rp 3 Juta/Mayam

Dalam sehari, terjadi 2 hingga 3 kali kenaikan, mulai dari Rp 876.000/gram, kemudian Rp 880.000/gram, dan menjelang sore di angka Rp 903.000/gram.

Harga emas yang tinggi saat ini dimanfaatkan masyarakat untuk menjualnya di salah satu toko emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Rabu (15/6/2020). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Harga emas di Kota Banda Aceh pada Rabu (12/8/2020), maish menunjukkan angka yang belum stabil.

Dalam sehari, terjadi dua hingga tiga kali kenaikan, mulai dari Rp 876.000/gram, kemudian menjadi Rp 880.000/gram, dan menjelang sore berada di angka Rp 903.000/gram.

“Hari Rabu, 12 Agustus 2020, harga emas sempat turun, tapi tiba-tiba pada hari yang sama naik sedikit lagi,” kata pedagang toko emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal kepada Serambinews.com, Rabu (12/8/2020).

Menurut Murizal, harga emas yang belum stabil ini disebabkan pandemi wabah Covid-19. Sehingga, pelaku pasar atau investor yang sempat memburu emas, beberapa waktu lalu, kini sudah mulai melepas stok emasnya yang menyebabkan harga naik turun.

“Jadi investor yang berinvestasi di emas, kini melepaskan emasnya menyusul adanya berita Rusia mulai memproduksi vaksin corona. Sehingga pelaku pasar tidak terlalu khawatir lagi dengan Covid-19 atau virus corona ini,” sebutnya.

Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung di Truk, Istri Muda di Bener Meriah Sempat Cekcok dengan Suami

Kemendagri: Tidak Ada Alasan Pembatalan Proyek Multiyears APBA 2020 kecuali Ada Putusan MA

Tunggu Hasil Rapid Test  Anak Bupati Aceh Singkil, 39 Santri Raudhatul Jannah Jalani Isolasi Mandiri

Murizal menambahkan, harga emas pada Rabu (12/8/2020) sore, hampir menyentuh angka Rp 3 juta/mayam atau berada di angka Rp 2.950.000 per mayam (belum ongkos buat).

Namun demikian, beber dia, harga emas tersebut juga tergantung dengan jenis perhiasan yang dijual oleh masing-masing toko emas, berdasarkan tingkat kerumitannya.

Sedangkan untuk transaksi, menurut Murizal, saat ini fifty-fifty atau 50:50 antara yang menjual dan yang membeli.

“Yang membeli rata-rata untuk mahar nikah, sedangkan yang menjual untuk berbagai keperluan karena mengingat harga emas saat ini juga masih tergolong tinggi,” pungkasnya.(*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved