Selasa, 12 Mei 2026

Luar Negeri

Presiden Iran Harapkan Perpanjangan Embargo Senjata Dari AS Gagal

Presiden Iran Hassan Rouhani, Rabu (12/8/2020) menyampaikan harapan besar. Dia berharap upaya AS memperpanjang embargo senjata di negaranya akan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Iran, Hassan Rouhani 

Dia memperingatkan konsekuensi akan berada di tangan para pelaku tindakan ini.

Utusan Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, Rabu (12/8/2020) mengatakan AS dipaksa mundur dari rancangan resolusi setelah ditolak oleh anggota DK PBB dan harus mengusulkan versi baru.

"Rancangan baru serupa, dalam SIFAT dan TUJUANnya dengan yang sebelumnya, bahwa Dewan akan lagi menolak langkah ini," tweetnya.

Menteri Luar Negeri iran, Mohammad Javad Zarif juga menuduh AS menggunakan mekanisme Dewan Keamanan untuk menghancurkan PBB.

Zarif mengatakan draf baru itu berupa resolusi lima halaman dikurangi menjadi lima kalimat.

Kemudian menambahkan dengan menampilkannya sebagai yang baru, AS tidak menghormati anggota Dewan Keamanan (DK) PBB.

PBB dan AS belum mengkonfirmasi hal ini.

Teks asli AS, dilihat oleh AFP, Rabu (12/8/2020) secara efektif menyerukan perpanjangan embargo yang tidak terbatas terhadap Iran dan menggunakan retorika.

Sekutu Eropa di Amerika Serikat - Inggris, Jerman dan Prancis, yang bersama dengan Rusia dan China, merupakan pihak dalam JCPOA.

Menyuarakan dukungan memperpanjang embargo senjata konvensional tetapi prioritas mereka untuk mempertahankan kesepakatan nuklir.

Washington telah mengancam akan menggunakan argumen yang diperdebatkan.

Akan tetap menjadi peserta dalam JCPOA, terlepas dari penarikannya dan jika sanksi PBB tidak diperpanjang, itu dapat memaksa melanggar ketentuan perjanjian.(*).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved