Berita Bireuen
Dosen Umuslim Bireuen Latih Proses Terasi Tanpa Ampas di Seruway
Dosen Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen mengabdi di Aceh Tamiang.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: M Nur Pakar
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM - Dosen Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen mengabdi di Aceh Tamiang.
Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pusong Kapal Kecamatan Seruway Aceh Tamiang selama dua hari, Rabu (12/8/2020) sampai Kamis (13/8/2020).
Kegiatan tersebut bagian dari Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang disponsori oleh Ristek-BRIN tahun 2020.
Ketua Prodi Akuakultur, Muliari S.Kel M.Si melalui Kabag Humas Umuslim, Zulkifli M Kom kepada Serambinews.com mengatakan peserta pelatihan berjumlah 36 orang.
Mereka terdiri dari anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar “Camar Laut”, ditambah sejumlah dosen dan mahasiswa Prodi Akuakultur.
Para peserta mendapatkan pelatihan tentang pengurusan izin usaha dan diversifikasi produk olahan hasil perikanan berbasis “zero waste” atau tanpa ampas.
• Pasien Covid-19 di Bireuen yang Sembuh Terus Bertambah
• Kaum Ibu di Bireuen Dilatih Membuat Nugget Ikan
• Pasien Berobat Mata ke RSUD Bireuen Membludak, Bisa Dilayani Operasi Retina Hingga Vitreoretinal
Ditambahkan, Prodi Akuakultur Umuslim akan terus meningkatkan kinerja termasuk dalam bidang pengabdian menuju prodi unggulan.
“Alhamdulillah, dalam beberapa tahun terakhirini, kami mendapat hibah dari Ristek-BRIN terkait bidang penelitian maupun pengabdian,” ujarnya.
Dalam pelatihan, materi terkait pengurusan izin-izin usaha disampaikan oleh Ilham Zulfahmi MSi dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry.

Ketua tim pengabdian, Rindhira Humairani SPi M Si menyampaikan materi menyangkut konsep zero waste dalam industri pengolahan terasi.
Dia menilai hal itu sangat sesuai untuk diaplikasikan karena dapat memanfaatkan hasil tangkapan sampingan udang rebon, juga mengurangi limbah dari industri tersebut.
Disebutkan, pelatihan bagi pelaku UKM di kawasan untuk menindaklanjuti setiap ilmu yang telah diperoleh.
Dia berharap akan mampu menghasilkan produk-produk baru selain terasi yang berdaya saing baik lokal, nasional bahkan mancanegara.(*)