Wawancara Eksklusif
Takdir Allah Membawanya Menjadi Peneliti
Sosok Profesor Taifo Mahmud Ph.D, Ahli Farmasi Oregon State University, menyedot perhatian masyarakat Aceh, khususnya Kota Langsa
Sosok Profesor Taifo Mahmud Ph.D, Ahli Farmasi Oregon State University, menyedot perhatian masyarakat Aceh, khususnya Kota Langsa, setelah kisahnya diangkat oleh Serambinews.com dan Serambi Indonesia edisi cetak. Banyak yang kaget saat tahu bahwa ahli farmasi terkemuka di Amerika ini lahir serta menghabiskan masa kecil dan remaja di Kota Langsa, Aceh.
Pada April 2020 lalu, presenter terkemuka Indonesia, Najwa Shihab, mengundang Profesor Taifo Mahmud sebagai narasumber pada program Buka Mata dengan judul “Seberapa Ampuh Obat yang Dipesan Jokowi untuk Pasien COVID-19?”. Hingga Rabu (12/8/2020) malam, wawancara jarak jauh yang disiarkan di akun Youtube Najwa Shihab, telah mencatat 159.264 kali tayangan.
Guna mengetahui lebih jauh tentang sosok Profesor Taifo Mahmud, Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur, menghubungi Profesor Taifo melalui email untuk permintaan wawancara tentang kehidupan masa kecil, pendidikan, serta pesan-pesannya untuk generasi Aceh. Berikut petikannya.
Di mana Profesor menghabiskan masa kecil, dari SD hingga SMA? Apa hal-hal paling berkesan bagi Prof pada masa-masa itu?
Saya mengenyam pendidikan SD di SD Negeri 11 Langsa dan SMP di SMP Negeri 1 Langsa. Kemudian saya melanjutkan sekolah di SMA Negeri 6 Medan.
Banyak sekali kesan-kesan indah yang saya alami sewaktu SD, SMP, dan SMA yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu di sini. Tapi pada umumnya adalah ketika saya berkumpul dan bermain dengan teman-teman semasa kecil.
Hanya menyebutkan sebagian, sewaktu SD, saya suka bermain bola dengan kawan-kawan di Gampong Blang Langsa dan di Gedung Ampera. Sewaktu di SMP, saya suka camping dengan kawan-kawan dekat, seperti di Pulau Tiga dan di Kampung Bukit Tinggi (dekat Langsa), atau main perosotan di pinggir sungai di kebun teman di Sungai Long.
Sewaktu SMA juga, kesan-kesan yang paling indah adalah ketika bermain dengan teman-teman SMA. Kebetulan saya dipercayakan menjadi ketua kelas dan hubungan saya dengan teman-sekelas sekelas sangat baik sekali. Persahabatan yang luar biasa yang saya terima dari teman-teman SD sampai SMA bahkan sampai kuliah, merupakan karunia yang tidak dapat saya lupakan dan saya hargai sampai saat ini.
Setelah SMA, Prof. Melanjutkan pendidikan ke mana saja?
Setelah SMA saya melanjutkan Pendidikan di USU. Tamat S1 Farmasi di USU tahun 1989. Kemudian tamat apoteker di USU tahun 1991.
Selanjutnya saya melanjutkan Pendidikan S2 di Osaka University di Jepang. Tamat tahun 1994. Kemudian Pendidikan S3 juga di Osaka University, Jepang. Tamat tahun 1997.
Dari tahun 1997 sampai 2003 saya bekerja di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat Dari tahun 2003 sampai saat ini saya bekerja sebagai Professor di Oregon State University.
Apa yang mendorong Prof memilih menjadi peneliti di bidang kesehatan?
Saya kira sudah menjadi takdir Allah saja saya menjadi peneliti di bidang Kesehatan.
Selama tinggal di Amerika, apakah Prof pernah pulang ke Aceh? Atau daerah lain di Indonesia?
Dalam beberapa tahun belakangan ini (sebelum Covid) saya sering pulang ke Indonesia, bisa 4-5 kali setahun. Pernah juga pulang ke Aceh beberapa kali dan juga mengunjungi almamater saya di USU.
Selain itu saya mengunjungi universitas-universitas lain di Indonesia, seperti Unand, Universitas Lampung, UI, IPB, ITB, UNS, Untan, dan Unmul. Saya juga dengan teman-teman diaspora dari Amerika ikut membantu program sekolah berasrama di Papua. Jadi ada beberapa kali mengunjungi Jayapura dan Merauke.
Siapa kira-kira teman dekat dan paling berkesan bagi Professor di Aceh? Mungkin bisa diceritakan sedikit tentang kesan itu.
Saya banyak sekali teman dekat di Aceh, yang saat ini bukan hanya berada di Aceh, tapi juga sudah ada yang hijrah ke daerah-daerah lainnya. Jadi sulit bagi saya untuk menceritakannya satu per satu.
Jika pemerintah Indonesia meminta, apakah Prof. Bersedia tinggal dan mengabdikan ilmu di Indonesia?
Bagi saya mengabdikan ilmu itu tidak ada batas negara atau wilayah. Jadi walaupun saat ini saya tidak berada di Indonesia, insya Allah saya masih bisa mengabdikan ilmu saya di Indonesia.
Belakangan ini, sebagai Managing Director Ikatan Ilmuwan Indonesia International di Amerika Serikat dan Kanada, saya bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington, D.C., dan juga dengan Majelis Rektor PTN seluruh Indonesia mengadakan program kolaborasi People-to-People yang menjembatani kerja sama ilmuwan diaspora di Amerika Serikat dan Kanada dengan PTN-PTN di Indonesia.
Terakhir, apa pesan profesor kepada putra-putri Aceh dan Indonesia agar bisa berkiprah di dunia internasional dan mengabdikan diri untuk manusia.
Pesan saya hanya satu, dari pada terlalu banyak berangan-angan, lebih baik berusahalah dan berbuatlah yang terbaik ketika Anda melakukan sesuatu pada saat ini (apakah itu belajar atau bekerja). Insya Allah jalan ke depannya akan terbuka.
Biodata
Nama lengkap: Taifo Mahmud
Tempat dan tanggal lahir: Langsa, tahun 1965
Nama orang tua: Machmud M. Shirakawa
Pekerjaan saat ini: Professor di Oregon State University, Amerika Serikat
Alamat: College of Pharmacy, Oregon State University
203 Pharmacy Building, Corvallis, Oregon 97331, U.S.A.
Phone: 541-737-9679
Fax: 541-737-3999
Website: http://people.oregonstate.edu/~mahmudt/