Update Corona di Aceh Besar
Kadinkes Aceh Besar: Kami Sangat Serius Tangani Covid-19, Sudah 600 Orang Diswab
"Ada yang mengatakan bahwa Aceh Besar gagal, saya katakan bahwa Aceh Besar tidak gagal menangani Covid-19.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
"Ada yang mengatakan bahwa Aceh Besar gagal, saya katakan bahwa Aceh Besar tidak gagal menangani Covid-19.
Laporan Muhammad Nasir I Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Menanggapi komentar masyarakat yang mengatakan penanganan Covid-19 di Aceh Besar tidak jelas arah Kadinkes membantah.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Besar, Anita SKM, M.Kes menegaskan bahwa Pemerintah Aceh Besar sangat serius dalam menangani coronavirus disease atau Covid-19.
"Ada yang mengatakan bahwa Aceh Besar gagal, saya katakan bahwa Aceh Besar tidak gagal menangani Covid-19.
Mungkin kabupaten lain belum pernah melakukan Swab kepada masyarakatnya.
Tetapi Aceh Besar saat ini sudah 600 orang telah di Swab dari 2.000 penduduk yang direncanakan dari berbagai unsur," kata Anita kepada wartawan usai menghadiri peresmian ruang Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSUD Aceh Besar di Indrapuri oleh Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, Minggu (16/8/2020).
Lebih lanjut dia mengatakan, keseriusan Pemkab Aceh Besar melakukan SWAB dengan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, dimana tujuan dilakukan SWAB kepada masyarakat agar cepat diketahui mana orang yang positif atau tidak.
• Simak, Keutamaan 3 Puasa Sunnah Dianjurkan di Bulan Muharram, Tasuah, Asyura dan Ayyamul Bidh
• Kasus Virus Corona Arab Saudi, Bertambah 1.327 Kasus dan 28 Kematian
• HUT ke-75 RI, Camat Bener Kelipah, Bener Meriah Beri Penghargaan Kepada Tenaga Medis
"Itu upaya kita menindaklanjuti penanganan Covid-19 ini. Jadi Aceh Besar serius menangani virus ini," tutur Anita lagi.
Di sisi lain, Anita mengatakan, rata-rata masyarakat tidak bisa menerima di gampong (desa-red) mereka ada orang yang sudah positif Covid-19.
Padahal dari awal, katanya, Plt Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar sudah mengeluarkan instruksi di gampong dan kecamatan untuk membuat ruang isolasi di gampong masing-masing, apabila ada orang yang dikategorikan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.
Kadis Kesehatan Aceh Besar itu mengungkapkan, beberapa waktu lalu sudah ada surat dari Plt.
Gubernur Aceh, yaitu tanggal 15 Agustus, seluruh kabupaten/kota sudah menyiapkan ruang isolasi bagi OTG yang berdekatan dengan RSUD.
"Artinya dengan surat ini, yang sudah positif bukan ditempatkan di gunung, tapi ditempatkan di masing-masing gampong yang ada di kabupaten Aceh Besar," ungkapnya.
Selanjutnya, kata Anita, masing-masing gampong dan kecamatan harus menyediakan tempat ruang isolasi bagi OTG.
Sehingga, kalau sewaktu-waktu ada gejala bagi yang bersangkutan, petugas Puskesmas maupun Rumah Sakit bisa menjemput orang tersebut untuk dirawat di Rumah Sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kabupaten-aceh-besar-anita-skm-mkes-saat-diwawancarai.jpg)