Breaking News

Kisah Hidup Prof Dessy R Emril

Menemukan Formula Obat Nyeri Saraf yang Diakui Internasional (5)

Kita mengusahakan pasien tidak perlu membayar mahal ke rumah sakit di Penang, Malaysia sehingga mereka mendapatkan hasil yang signifikan

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Instagram Dessy R Emril
Prof Dr dr Dessy Rakhmawati Emril SpS(K) saat menjadi pengajar dalam pelatihan di RSUPN Cipto Mangunkusumo. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Meski sudah menyandang guru besar, Dessy R Emril ingin terus menjadi pendidik, dan peneliti.

Beberapa karya penelitian dan disertasinya kini kerap menjadi rujukan dalam penanganan kasus pasien dengan keluhan nyeri dan nyeri kepala karena sistem saraf yang terganggu.

Seperti halnya temuan obat citicoline untuk penderita stroke digunakan untuk mencegah terjadinya nyeri neuropatik.

Kemudian oleh Dessy, novelity-nya (memiliki kebaruan) dari obat tersebut telah dipatenkannya.

Ia juga berhasil menciptakan sebuah konsep penanganan pasien dengan nyeri campuran yang disebut dengan “The New Concept of Mix Pain”.

Melalui cara ini, dokter dapat mengidentifikasi jenis nyeri yang dialami pasien kemudian memberi formula atau obat yang sesuai dengan keluhan dan jenis nyerinya.

“Sekarang konsep tersebut digunakan dan diakui secara internasional untuk mengobati pasien yang menderita nyeri campuran,” tuturnya.

Tentang konsep tersebut Dessy telah menuangkan bersama koleganya dalam sebuah catatan penelitian berjudul “Current Understanding of Mix Pain Concept, a Brief Narrative Review.”

Pencapaian terbesar lainnya, Dessy R Emril mencetuskan lahirnya sistem penatalaksanaan nyeri yang komprehensif di Aceh yang berpusat di RSUZA.

Keberadaan pelayanan ini langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penerapan metode itu didukung oleh keberadaan teknologi C-Arm di Oka Hybrid yang merupakan salah satu teknologi penunjang terbaru di RSUZA.

Profesor Muda yang Bersinar di Kancah Internasional (1)

Sejak Kecil Dikenal Cerdas, Perfeksionis dalam Meniti Karier (2)

Sempat Benci jadi Dokter, Lebih Tertarik jadi Polwan (3)

Rintihan Sesal untuk Papa, Tsunami dan Panggilan Jiwa untuk Aceh (4)

Kecanggihan teknologi C-Arm itu dapat memasukkan jarum ke dalam tubuh pasien tanpa pembedahan.

“Kita mengusahakan pasien tidak perlu membayar mahal ke rumah sakit di Penang, Malaysia sehingga mereka mendapatkan hasil yang signifikan untuk mengurangi rasa sakit karena nyeri saraf,” sebut Dessy.

Sistem manajemen pelayanan ini juga dilengkapi dengan program pendidikan pelatihan (fellowship) yang pesertanya para dokter spesialis saraf dari berbagai universitas ternama di Indonesia.

Walaupun disibukkan dengan berbagai aktivitas kampus dan profesi, Dessy R Emril masih sempat aktif menjadi pengurus di berbagai organisasi profesi.

Deretan amanah dan jabatan di organisasi profesi pernah diembannya yaitu sebagai Wakil Ketua IDI Wilayah Aceh, Bendahara IDI wilayah Aceh, Wakil Ketua Perdoss Aceh, Sekretaris MKEK, Ketua Pokdi Nyeri Nasional PERDOSSI dan sederet jabatan lainnya.

Semua cerita sukses dan pencapaian terbesar dalam hidup Dessy R Emril itu tidak datang begitu saja.

Butuh perjuangan keras dan pengorbanan panjang untuk mewujudkan.

Prinsip hidupnya yang selalu dia sampaikan juga kepada anak didiknya adalah, jangan pernah melawan sistem tapi jangan kalah oleh sistem. Katanya, “Sistem boleh tidak mendukung, tapi pada akhirnya, kita lah pemenangnya. Never figth the system, but be the winner,” ujarnya berfilosofi.

Perjuangan Dessy R Emril hingga meraih gelar guru besar, memang tidak sia-sia.

Ia benar-benar telah menjadi sosok yang diinginkan orang-orang yang telah mendahuluinya.

Kakek, nenek dan papanya.

Dessy telah menebus hutang budi pada ketiganya dengan pencapaian karier yang gemilang, dan hidup dalam kecukupan.

Satu hal lainnya, ia telah menunaikan amanah sang kakek, dan ibunya yang menginginkannya menjadi seorang dokter.

“Andai saja masih hidup, saya ingin semua mereka ada di sini, dan salah satu orang yang paling saya inginkan hadir di sini adalah papa saya, saya ingin beliau menemani saya di sini dengan penuh cinta, saya ingin melihat dia bahagia,” tutur Dessy. Kali ini air mata kembali jatuh di pipinya.(*/Habis)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved