Al Chaidar di Belanda, Minta Pemerintah Aceh Terbitkan Album Foto Aceh Masa Lalu
Antropolog Al Chaidar yang sedang berada di Belanda dalam rangka riset untuk disertasinya tentang Darul Islam, mengusulkan agar Pemerintah Aceh...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS,COM, JAKARTA - Antropolog Al Chaidar yang sedang berada di Belanda dalam rangka riset untuk disertasinya tentang Darul Islam, mengusulkan agar Pemerintah Aceh bersedia menerbitkan album berisi foto-foto masa lalu Aceh yang terdapat di perpustakaan di Leiden.
Ada lebih 1300 foto tentang Aceh yang dikoleksi sejumlah perpustakaan negeri Belanda. Foto-foto tersebut merekam berbagai peristiwa di Samudra Pasai, Koetaradja, Susoh dan lain-lain.
“Banyak sekali dan sangat luar biasa. Mudah mudahan Pak Gubernur mau mendukung jadikan album foto,” ujar antropolog yang mengajar di Universitas Malikul Saleh Lhokseumawe ini, saat berbicara dalam “Forum Silaturrahim Hijriah Taman Iskandar Muda; Covid-19, Hikmah dan Tantangan bagi Aceh,” Kamis (20/8/2020).
Forum itu dilakukan secara virtual, diikuti oleh warga Aceh yang berada di berbagai penjuru dunia, Amerika Serikat, Turki, Malaysia, Australia dan sebagainya. Dibuka Plt Gubernur Nova Iriansyah. Forum itu dimoderatori Prof Bachtiar Aly, pakar komunikasi dan mantan anggota DPR RI.
Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP), Dr Ir Surya Darma MBA, mengatakan, forum tersebut digagas dalam rangka memperteguh silaturrahim warga Aceh seluruh dunia, memperingati 70 tahun TIM, 75 Tahun Proklamasi Indonesia dan 15 Tahun Perdamaian Aceh.
Acara ini disiarkan secara live oleh akun facebook Serambinews.com. Butir-butir pemikiran dalam forum tersebut akan disusun sebagai sebuah rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh.
“Saya berharap Pak Plt Gubernur dan Pak Menteri supaya bisa mendukung menerbitkan foto album ini, karena bisa cerita sangat gamblang tentang bagaimana masyarakat Aceh di masa lalu, jangan sampai kita lupakan sejarah,” ujarnya.
Al Chaidar yang sudah tujuh bulan berada di Belanda, selain riset untuk kepentingan disertasinya, juga menyempatkan diri ziarah ke makam antropolog ternama, C Snouck Hurgronje.
Ia juga membaca ulang keberadaan C Snouck sebagai ilmuwan antropologi, yang selama ini sering disalah asumsikan.
“Ada beberapa asumsi orang Aceh yang salah tentang Snouck. Menurut saya dia benar-benar masuk Islam.Dua dua istri, perempuan Banten dan Ciamis. Dia selalu berkirim surat ke teman-temannya, menanyakan anak-anaknya, dan melarang anaknya menempuh pendidikan barat,” kata Chaidar.
Al Chaidar berpandangan bahwa Snouck sudah murni masuk Islam, dan pendukung berdirinya Syarikat Islam. Snouck juga melarang parlemen Belanda untuk melancarkan program penyebaran misi agama non muslim di Aceh. Ini menurut saya, sikap ilmuwan yang sangat imparsial dan tidak memihak kepada negaranya sendiri,” ujar Chaidar.
“Temuan-temuan ini harus dikabarkan, jangan habis energi membenci seseorang yang sebenarnya ilmuwan dan antropolog. Jangan sampai semua orang Aceh membenci antropolog karena dianggap mendukung non muslim, liberal dan sebagainya. Snouck itu sangat membela Islam dan melakukan politik tertentu dan tidak menguntungkan kepentingan kolonial di Hindia Belanda,” demikian pandangan Al Chaidar.
Prof Bachtiar Aly yang memandu forum tersebut mendukung penerbitan album foto –foto Aceh masa lalu itu. “Foto album itu bagus, saya dukung,” ujar Prof Bachtiar Aly.(*)
• Pukul Seorang Polisi, Kapten Manchester United Harry Maguire Ditahan di Yunani
• Ini 4 Alasan Traveler Makin Pede Naik Pesawat di Tengah Pandemi, Hasil Survei Angkasa Pura
• 19 Hari Bawa Lari Anak Gadis di Bawah Umur, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/al-chaidar-dialog-virtual.jpg)