Tahun Baru Islam 1442 H
Hari Asyura , Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad Tentang Pahala Menyantuni Anak Yatim
Selain dua puasa tersebut, umat Muslim dapat memperbanyak amalan sunnah lain di bulan Muharram.
Hari ini pada 10 Muharram, umat muslim biasanya melakukan amalan sunnah berupa menyantuni anak yatim.
Ternyata menyantuni anak yatim tak sekadar hanya sedekah semata, terdapat berbagai keutamaan di dalamnya.
Menurut Ustaz Abdul Somad, saat umat muslim menyantuni anak yatim dan mengusap rambutnya maka akan dibalas dengan berbagai kebaikan.
"Setiap satu helai rambut anak yatim dibalas hasanah (red: kebaikan)," ucap Ustaz Abdul Somad dalam acara Tablig Akbar yang diunggah di kanal YouTube Rony Rambah.
Ustaz Abdul Somad menuturkan, nantinya rambut sang anak yatim akan bersaksi mengenai kebaikan yang dilakukan orang yang menyantuninya tersebut.
"Tetapi jangan pahami hadist ini secara tekstual saja, ada ibu-ibu yang mengusap rambut anak yang gondrong-gondrong aja tetapi yang gundul tidak diusap," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan berdampingan dengan Rasulullah nantinya di Surga.
"Dekatnya dengan Rasulullah bagaikan jari telunjuk dan jari tengah di surga nanti," papar Ustaz Abdul Somad.
Selain itu, umat muslim yang mengasihi siapa saja yang ada di bumi niscaya akan dikasihi oleh yang di langit.
Allah menjanjikan kehidupan yang layak, baik di dunia maupun di akhirat bagi siapa saja yang mengasihi sesamanya selama hidup.
Untuk itu, jangan ragu untuk berbagi dengan sesama karena Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang baik terjebak dalam kesusahan.
Batas Usia Terima Santunan Anak Yatim
Dilansir TribunJakarta.com dari TribunPekanBaru (Grup Tribunnews.com), Ustaz Abdul Somad menjelaskan batas usia anak yatim terima santunan.
Menurut Ustaz Abdul Somad, batas usia anak yatim yang berhak menerima santunan adalah hingga akil Baligh.
Namun walau bukan termasuk kategori anak yatim masih tetap diberi, sumbernya dari sadaqah, infak, wakaf dan zakat.