Breaking News:

Sepak Terjang Aminullah Raih CEO BUMD Award on Crisis Management

Ibarat kata pepa­tah: “Usaha tak Pernah Mengkhi­anati Hasil”. Pengabdian Aminullah Usman selama 27 tahun di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh

DOK HUMAS PEMKO BANDA ACEH
AMINULLAH Usman saat menerima penghargaan setelah dinobatkan sebagai CEO BUMD Award on Crisis Management dari Menkeu Sri Mulyani, tahun 2006 lalu. 

BANDA ACEH - Ibarat kata pepa­tah: “Usaha tak Pernah Mengkhi­anati Hasil”. Pengabdian Aminullah Usman selama 27 tahun di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh membuahkan kegemilangan yang mungkin nyaris mustahil disamai oleh siapa pun.

Paling tidak, ada tiga tantangan besar yang dihadapi Aminullah ter­utama saat menjabat sebagai Dirut BPD Aceh (kini Bank Aceh Syariah). Pertama, krisis moneter 1999, konflik bersenjata antara RI dan GAM, gem­pa bumi dan tsunami 2004.

Aminullah Usman mulai bekerja sebagai pegawai di BPD Aceh pada 1 April 1984, ketika BPD di bawah di­rut Drs Syamsunan Mahmud. Tampil dengan loyalitas dan integritas ting­gi, Aminullah dipercayakan dalam berbagai jabatan, sampai akhirnya ia dipercayakan menjadi direktur utama BPD pada tahun 2000 hingga 2010.

Sebuah tantangan besar bagi seorang Aminullah Usman saat per­tama duduk dikursi nomor satu BPD, apalagi di Aceh mulai hadir gerakan sparatisme yang membuncah pasca DOM berakhir pada 1998. Tanta­ngannya pun berlanjut saat empat tahun ia menjabat dengan musibah besar gempa dan tsunami 2004.

Masalah Bank Aceh saat itu cukup rumit, BUMD itu pun sempat ditangani oleh BPPN (Badan Penye­hatan Perbankan Nasional).

Cavital Adequacy Ratio (CAR) minus 25 persen, yang dimana se­harusnya diatas 8 persen. Kredit macet diatas lebih 15 persen, secara prosedur harus di bawah 5 persen. Dimana kondisi sdm tidak produktif, kesulitan likwiditas dan bank dalam kategori tidak sehat, BPD Aceh cukup terpuruk dan dalam keadaan rugi.

Namun, semua masalah mam­pu ia hadapi dan membawa Bank Aceh bangkit dalam kurun waktu 10 tahun. Alumni Magister Management Unsyiah ini berhasil membesarkan Bank Aceh, dari jumlah aset awal 660 M menjadi 13 T. Dan Bank ini juga menjadi sehat hasil penilaian BI, meraih WTP penilaian akuntan publik.

Juga seluruh ratio keuangan bank Car, Npl, Ldr, bopo, dan lain-lain semuanya sehat, dan bank mampu maraih keuntungan besar saat itu hingga mencapai keuntungan Rp1 milliar perhari. Jumlah pegawai meningkat, dari sebelumnya 400, kini menjadi 1.600 orang pegawai. Kantor cabang dari awalnya 35, pada masa Aminullah pun berdiri menjadi 101 kan­tor (kantor cabang, cabang pembantu, kantor kas dan kantor pusat).

Tahun 2006, oleh Depdagri masa itu karena dinilai mampu keluar dari masa krisis, Aminullah pun dinobatkan sebagai CEO On Crisis Management pada tahun 2006. Aminullah merupa­kan satu-satunya pimpinan Bank di Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Info bank, salah satu majalah bank terkemuka di jajaran perbankan pun pernah menetapkan, bahwa Bank Aceh pada peringkat empat sebagai bank daerah dengan manajemen san­gat baik setelah Bank Jabar, Bank Ja­tim dan Bank Kaltim.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved