Penangkaran Bibit Sawit di Tamiang Mulai Serap Tenaga Kerja
Irwan, petani di Kampung Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, yang membuka usaha penangkaran bibit kelapa sawit
KUALASIMPANG - Irwan, petani di Kampung Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, yang membuka usaha penangkaran bibit kelapa sawit berharap usaha yang dirintisnya sejak setahun lalu memberi dampak positif bagi masyarakat lokal. Dasar pendirian tempat penangkaran itu diawali pemikiran sederhana yaitu agar perputaran uang dari PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tidak mengalir ke luar Aceh.
“Ini tahun ketiga pelaksanaan PSR, jangan sampai koperasi-koperasi yang mengerjakan PSR ini membeli bibit dari luar Aceh. Kalau peluang ini kita tangkap, akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat kita,” kata Irwan ketika ditemui Serambi di lahan pembibitannya, Minggu (23/8/2020).
Dia mencontohkan, geliat ekonomi dari usaha penangkaran ini sudah terlihat dari pemberdayaan tenaga kerja untuk warga lokal. Irwan sendiri saat ini sudah memperkejakan 25 warga setempat yang terdiri atas 15 tenaga kerja tetap dan sisanya kontrak. “Serapan jumlah tenaga kerja ini bisa bertambah bila pengerjaan bibit kita juga bertambah,” ujarnya.
Penangkaran yang dikelola Irwan ini merupakan pembibitan pertama di Aceh Tamiang. Sebelumnya koperasi pelaksana PSR di Aceh Tamiang membeli bibit dari luar daerah.
Diketahui, pada tahun ini Aceh Tamiang mendapat jatah pengerjaan PSR seluas 3.095 hektare atau meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 1.639 hektare. Penambahan luas lahan ini otomatis diikuti permintaan bibit yang diperkirakan mencapai 400-an ribu bibit kelapa sawit. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penangkar-pembibitan-kelapa-sawit-di-aceh-tamiang.jpg)