Program Stiker BBM Subsidi Tetap Lanjut
Di tengah pro kontra yang terjadi, Pemerintah Aceh memastikan bahwa program stickering terhadap kendaraan bermotor
Karena itu, sekali lagi ia menilai perlunya Pemerintah Aceh melakukan kajian terlebih dulu. "Maunya kan kita duduk dulu bersama membahas plus dan minusnya," pungkas Khairil Syahrial.
Sambut baik
Terpisah, akademisi Unsyiah Dr A Syakir, mengatakan, jika dilihat dari aspek keadilan, maka niat baik pemerintah Aceh mengatur dan menertibkan penggunaan BBM subsidi jenis premium dan solar yang diperuntukkan kepada yang berhak, perlu disikapi dan disambut baik.
"Memang tugas Pemerintah sebagai aktor utama dalam implementasi kebijakan publik, khususnya terkait aspek keadilan. Artinya BBM bersubsidi ini harus sesuai peruntukannya bagi yang berhak," kata Syakir. Apalagi hasil riset nasional menemukan ada 404 jenis penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi selama ini.
Namun demikian, Syakir menilai pemerintah Aceh harus siap membuka diri untuk dikritisi dan menerima masukkan dari berbagai kalangan masyarakat jika kebijakan itu masih perlu penyempurnaan. Misalnya pada penggunaan kalimat dalam tulisan di stiker. "Saya kira perlu diperhalus lagi dan dipendekkan serta bisa lebih menyentuh sanubari kita," ujar Syakir.
Sementara itu, jika ditinjau dari aspek efisiensi dan strategi bisnis, Syakir menilai, Pertamina perlu menerapkan teknologi infomasi secara secara digital di setiap SPBU. Dengan itu, data pelanggan pengguna BBM bersubsidi akan terdata dengan baik. Hal ini pastinya bisa menghemat biaya distribusi yang tidak sedikit karena semua data konsumen sudah terekam dalam sistem informasi perusahaan secara terpadu.(yos/dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pekerja-memasang-stiker-bahan-bakar-minyak-bbm-bersubsidi-pada-salah-satu-kendaraan.jpg)