Unsyiah Gelar Webinar Keperawatan
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, TopRank Review Academy
BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, TopRank Review Academy, dan The Institute for Continuing Career Advancement Inc (ICCA), menggelar webinar bertema “Nurses Beyond The World and Practical Strategy for International licensure Examination” via zoom meeting, Senin (24/8/2020). Webinar ini secara spesifik mendiskusikan segala hal dalam ruang lingkup keperawatan pada tingkat tatanan global.
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, dalam sambutannya mengatakan, webinar ini bertujuan untuk mengedukasi peserta, khususnya perawat agar dapat meningkatkan ilmu dan kemampuan mereka. Sehingga nanti mampu masuk dan bersaing secara global. Apalagi, tambah Prof Samsul, profesi perawat dan pekerja kesehatan lainnya kini sedang menghadapi tantangan yang luar biasa.
Menurut Rektor, munculnya pandemi Covid-19 menuntut perawat tidak hanya untuk lebih profesional dalam menangani pasien, tapi juga harus lebih ekstra menjaga daya tahan tubuh mereka sendiri. Selain itu, sambungnya, perkembangan ilmu dan teknologi, pertumbuhan penduduk, serta akses kesehatan yang tidak merata juga memberikan dampak kepada pekerja dunia kesehatan.
Prof Samsul mengungkapkan, adanya implementasi ASEAN Mutual Recognation Agreement (MRA) seharusnya menjadi peluang dan tantangan besar bagi tenaga perawat di Indonesia, terutama yang ingin meningkatkan kemampuannya dengan belajar dan mengikuti training di berbagai negara ASEAN. “Perawat dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kualitasnya dengan serius agar dapat merespons berbagai tantangan,” ujar Rektor seperti disampaikan Kepala Humas Unsyiah, Chairil Munawir MT SE MM, dalam siaran pers kepada Serambi, Senin (24/8/2020).
Webinar ini menghadirkan Kepala Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Dr Lili Nurlaili MEd, dan beberapa pakar keperawatan dan NCLEX-RN lain sebagai pemateri. Mereka adalah Michael John Flores RN USRN MAN LPT, Jeremy Rod G Cabañez MN RN (PH US UK), dan Roland R Villegas MAN RN. Para pemateri membahas seputar dunia keperawatan berbagai negara di dunia, cara menjadi perawat yang berdaya saing global, penjabaran ilmu-ilmu seputar dunia keperawatan, dan pentingnya sertifikasi intetnasional.
Lili Nurlaili menjelaskan bagaimana sistem pembelajaran sekolah keperawatan di Indonesia dan Filipina. Di antaranya cara serta waktu belajar teori dan praktek, cara bekerja sebagai perawat di dua negara tersebut, dan beberapa hal lain yang memotivasi Fakultas Keperawatan Unsyiah untuk terus berkembang.
Selanjutnya, Michael John Flores memaparkan strategi untuk menjadi perawat yang kompetitif di skala global. Jika ingin berdaya saing global, menurutnya, perawat perlu mengikuti berbagai tes berstadar internasional. Hal itu untuk membuktikan kemampuannya. Salah satu ujian yang direkomendasikan adalah NCLEX-RN atau National Council Licensure Examinations for Registrated Nurses. Lisensi dari NCLEX-RN sangat dibutuhkan untuk mereka yang ingin diakui bahkan bekerja di negara lain.
Webinar ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Humas, Dr Hizir; Dekan Fakultas Keperawatan Unsyiah, Dr Hajjul Kamil MKep, Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Edi Mulyadi, serta dosen, mahasiswa, dan alumni Fakultas Keperawatan Unsyiah serta Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa. (jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rektor-unsyiah.jpg)