Luar Negeri

Apes! Sopir Truk Ikuti Panduan GPS, Tak Tahunya Malah Jatuh ke Sungai, Begini Kejadiannya

GPS menyuruhnya untuk menyeberangi jembatan kayu, ketika truknya dalam keadaan membawa pasir.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
The Thaiger
Jembatan kayu itu tidak mampu menahan beban truknya sehingga truknya jatuh ke dalam sungai. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang pengemudi truk menyalahkan GPS setelah truk yang ia kemudikan jatuh ke dalam sungai.

Melansir dari The Thaiger pada hari Rabu (26/8/2020), pengemudi truk bernama Wittiwat berusia 23 tahun, menjelaskan pada pihak berwajib bahwa dirinya jatuh ke sungai setelah menerima arahan dari GPS.

GPS menyuruhnya untuk menyeberangi jembatan kayu, ketika truknya dalam keadaan membawa pasir.

Karena arahan dari GPS, ia memilih mengikuti arahan GPS dan mencoba menyeberangi jembatan.

Padahal dirinya sudah tahu, jembatan yang akan dilaluinya sudah tidak meyakinkan untuk dilalui, apalagi truknya berisi muatan pasir.

Namun, karena GPS menyuruhnya untuk melewati jembatan, ia mencobanya dan krakk (suara kayu patah), dirinya bersama truk jatuh ke sungai.

Hari Ini, di Aceh Besar Bertambah Enam Pasien Positif Covid-19, Ini Kata Jubir Covid-19 Aceh Besar

RSUTP Abdya Kirim 37 Sampel Swab Tenaga Medis Sejak 4 Agustus 2020, Hasilnya Belum Juga Keluar

Puluhan Ton Kopi Gayo Tertimbun di Gudang,Masa Panen Segera Tiba, Bupati Sarkawi Ajak Warga Berhemat

Setelah truk milik Wittiwat jatuh, penduduk setempat berhasil menarik keluar truk beserta dirinya.

Wittiwat langsung dilarikan ke rumah sakit, insiden ini terjadi di Khu Khwang, Pathum Thani, Thailand.

Wittiwat hanya mengalami luka ringan, hanya mengalami lecet pada lutut.

Ia sedang membawa muatan pasir dari Bang Bua Thong ke Lat Lum Kaew, Thailand.

Seorang penduduk desa setempat, yakni di desa Khu Khwang, menjelaskan jembatan yang dilalui Wittiwat sudah lama tidak dilewati oleh mobil.

Biasanya jembatan itu hanya digunakan oleh pengendara motor, atau kendaraan yang tidak memiliki beban berat.

Bahkan jembatan itu sudah 30 tahun tidak dilalui mobil, penduduk setempat juga tidak pernah melalui jembatan itu menggunakan kendaraan berat, karena tidak meyakinkan.

Penduduk setempat mengatakan, setelah kejadian itu, jembatan akan diperbaiki.

VIDEO - Pria Hajar Wanita hingga Berdarah dan Dorong Wanita Hamil di Tol Cikampek

Bocah Tiga Tahun Jadi Pahlawan di Brazil, Dapat Keranjang Hadiah dari Polisi, Ini Aksinya

Zaman berubah, untuk tahu jalan sudah bisa mengandalkan gadget, karena petunjuk jalan telah terekam pada aplikasi.

Namun, banyak pengalaman-pengalaman warga, setelah mengikuti petunjuk arah dari GPS, mengarah ke jalan buntu.

Hal demikian bukan hanya sekali atau dua kali terjadi, banyak pengalaman-pengalaman warga menceritakan ketika mengikuti GPS, malah dibawa ke jalan lebih jauh atau jalan yang tidak biasa dilalui kendaraan.

Biasanya terjadi ketika masuk ke kawasan jauh dari perkotaan, GPS tidak selalu menunjukkan ke jalan yang tepat, boleh jadi karena jarang dilalui kendaraan.

Selain itu, karena jalan tersebut tidak selalu dicari oleh pengguna petunjuk arah, sehingga arah yang diperlihatkan tidak selalu tepat.

Seperti kejadian yang dialami Wittiwat, arahan GPS untuk menyuruhnya ke jembatan, padahal dirinya sudah mengetahui, jembatan yang dilaluinya tidak terlihat meyakinkan menahan beban truknya apalagi ia membawa beban berupa pasir.

Namun, karena ingin mencoba, ia harus jatuh ke sungai, karena ingin mencoba kekuatan jembatan. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

FOTO - Demo Besar di AS, Puluhan Mobil Dibakar, Buntut dari Penembakan Pria Berkulit Hitam

Kemenag Aceh Singkil Siap Negerikan MIS Pulau Balai

Pasien Positif Covid-19 Kota Banda Aceh Jadi 366 Orang, Kadinkes Ingatkan Disiplin Prokes

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved