Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

India Dakwa Pemimpin Jaish-e-Mohammed Pakistan Sebagai Dalang Pemboman Kashmir 2019

Badan anti-terorisme India menuduh seorang pemimpin kelompok Islam yang berbasis di Pakistan sebagai dalang utama pemboman mobil 2019 di Kashmir

Editor: M Nur Pakar
AP
Masood Azhar, Ketua Jaish-e-Mohammed Pakistan 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Badan anti-terorisme India menuduh seorang pemimpin kelompok Islam yang berbasis di Pakistan sebagai dalang utama pemboman mobil 2019 di Kashmir yang dikuasai India.

Serngan itu menewaskan 40 tentara India dan membawa saingan bersenjata nuklir itu ke ambang perang.

Badan Investigasi Nasional mengajukan dakwaan pada Selasa (25/8/2020).

Menyebut Masood Azhar, Pemimpin Jaish-e-Mohammed, dan 19 orang lainnya di antara terdakwa, seperti dilansir AP, Rabu (26/8/2020).

"Penyelidikan telah mengungkapkan serangan Pulwama adalah hasil dari konspirasi kriminal Pakistan," kata dokumen itu.

Dikatakan telah direncanakan dengan baik oleh pimpinan organisasi teroris Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan.

Jaish-e-Mohammad, yang berbasis di Pakistan, telah mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut.

Hal itu menurut laporan media, meskipun penyerang tersebut diidentifikasi sebagai militan Kashmir, seperti dilansir AP, Rabu (26/8/2020).

Sebuah video rekaman sembilan menit, beredar di media sosial.

Menunjukkan penyerang yang mengaku mengenakan pakaian tempur dan dikelilingi oleh pria senjata dan granat.

Hanya beberapa jam sebelum menabrakkan sebuah van bermuatan bahan peledak ke dalam konvoi paramiliter.

Pengeboman 14 Februari 2019 menjadi satu-satunya serangan paling mematikan di wilayah yang terpecah tersebut.

Bahkan, meningkatkan ketegangan antara India dan Pakistan.

Sebagai tanggapan, India melancarkan serangan udara terhadap lokasi yang dicurigai sebagai kamp pelatihan militan di Pakistan.

India mengatakan mengenai satu dan menewaskan militan, tetapi Pakistan serangan itu hanya merusak tiga pohon di hutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved