Breaking News:

Jadwal Puasa Asyura & Tasua Bulan Muharram, Lengkap dengan Niat dalam Bahasa Arab dan Latin

Pada momen pergantian tahun Islam seyogyanya tak diisi dengan kegiatan yang menjauhkan diri dari Allah SWT.

Editor: Amirullah
Instagram @BimbinganIslam
Puasa Tasua dan Asyura Jatuh pada 9 dan 10 September, Inilah Bacaan Niat dengan Arti dan Manfaatnya 

SERAMBINEWS.COM - Umat muslim telah menyambut datangnya Tahun Baru Islam atau bulan Muharram.

Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 20 Agustus 2020.

Bulan Muharram merupakan momen istimewa bagi umat muslim.  Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat At Taubah:36.

Bulan Muharram satu di antara empat bulan yang dimuliakan.

Pada momen pergantian tahun Islam seyogyanya tak diisi dengan kegiatan yang menjauhkan diri dari Allah SWT.

Apalagi dalam situasi pandemi justru semestinya menjadi peringatan bagi umat manusia.

Nah, ada dua amalan yang sangat dianjurkan di bulan yang secara harafiah berarti "terlarang" ini.

Gara-gara Suami Terlalu Baik dan Tidak Pernah Berdebat, Sang Istri Muak dan Minta Cerai

Tertawa Tubuhnya Tak Mempan Dibacok, Pria Ini Akhirnya Tewas Setelah Wajahnya Ditebas Parang

Israel Temukan Ratusan Koin Emas yang Terpendam 1.100 Tahun, Diyakini Peninggalan Dinasti Abbasiyah

Kedua amalan yang dimaksud adalah Puasa Tasua dan Puasa Asyura.
TribunNewsmaker mengutip dari Tribunnews, berikut penjelasan untuk kedua amalan tersebut.

1. Puasa Tasua

Puasa Tasua merupakan puasa sebelum hari 10 Muharram atau yang dilaksanakan pada 9 Muharram.

Dengan demikian, puasa Tasua pada Muharram 1441 H bisa dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Dalam riwayat dijelaskan di akhir hayatnya Rasulullah pernah berkeinginan jika ia masih hidup di tahun depan maka ia akan berpuasa pada 9 dan 10 Muharrram.

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – يَقُولُ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ, قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: (( فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ.)) قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dia berkata, “ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.”

Halaman
123
Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved