Berita Aceh Barat Daya
RSUTP Abdya Kirim 37 Sampel Swab Tenaga Medis Sejak 4 Agustus 2020, Hasilnya Belum Juga Keluar
Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSU TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah mengirim 37 sampel swab tenaga medis pada 4 Agustus 2020.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: M Nur Pakar
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSU TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah mengirim 37 sampel swab tenaga medis pada 4 Agustus 2020.
DIlaporkan, hasil dari Laboratorium Balitbangkes Aceh belum juga keluar sampai Rabu (26/8/2020).
Tenaga medis pada RSUTP uji swab massal setela rumah sakit pindah ke Padang Meurante, Desa Ujong Padang, Susoh yang merupakan klaster baru Covid-19.
Belasan tenaga medis, termasuk salah seorang tenaga dokter spesialis dinyatakan positif virus Corona berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen di laboratorium.
Sebanyak 37 sampel swab tenaga medis dikirim oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya ke laboratorium Balitbangkes Aceh.
Beberapa hari kemudian Dinkes memperoleh informasi jika spisemen tenaga medis itu sudah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa di laboratorium Kemenkes.
Akan tetapi setelah 22 hari atau sampai Rabu (hari ini), Dinkes Abdya belum juga mendapat hasil pemeriksaan spesimen tersebut.

“Pemeriksaan 37 sampel swab tenaga medis yang kita kirim pada 4 Agustus 2020, belum kita terima hasilnya sampai hari ini,” kata Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes kepada Serambinews.com, Rabu (26/8/2020).
Safliati mengaku pernah mendapat informasi, jika spesimen dibawa untuk diperiksa di Jakarta.
Tidak diketahui penyebabnya, sehingga 37 sampel swab dari Abdya dibawa ke Jakarta.
Tapi berdasar informasi dari media massa saat itu, Laboratorium Balitbangkes Aceh tidak beroperasi menyusul terindikasinya dua staf.
Sehingga, untuk sementara Balitbangkes Aceh tidak menerima pemeriksaan spesimen pasien Covid-19, dan juga tidak mengeluarkan hasil pemeriksaan.
Kepala Dinkes Abdya menjelaskan, jika hasil pemeriksaan dinyatakan positif, maka tidak berarti lagi, dikarenakan masa inkubasinya sudah selesai, yaitu 22 hari.
Lagi pula, katanya, 37 petugas medis RSUTP Abdya yang telah diambil sampel swab, sekarang dalam kondisi sehat-sehat atau tidak ada gejala (OTG).
“Namun, jika keluar dinyatakan positif, maka tetap kita masukkan dalam data positif dan dikeluarkan dari sembuh,” kata Safliati.
Diberitakan, pengambilan sampel swab secara massal terhadap paramedis RSUTP, tertunda sejak 5 Agustus lalu.
Pengambilan spesimen massal dianggap perlu setelah ditemukan belasan tenaga medis setempat positif Covid-19.
Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB kepada Serambinews.com, Jumat (7/8/2020) menjelaskan seluruh tenaga medis, tenaga administrasi, cleaning service, Satpam pada RSU TP Abdya, sebanyak 800 orang perlu dilakukan swab massal.
Sebab, klaster baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sudah terbentuk di RSU TP Abdya.
Terbukti, dari 23 orang yang terinfeksi atau dinyatakan positif terpapar Covid-19, sebagian besar atau sejumlah 17 orang diantaranya merupakan tenaga medis RSU TP.
Mereka dinyatakan positif virus Corona berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen Covid-19 berbasis RT-PCR (real time polymerase chain reaction) di Balitbangkes Aceh.
Sebagai catatan RSUTP Abdya sempat ditutup selama 14 hari, kemudian dibuka kembali pada sejak 17 Agustus lalu.
Tapi belum ada informasi apakah pengambilan swab tenaga medis yang tertunda akan dilanjutkan kembali atau tidak.
Sebab, 17 tenaga medis setempat yang dinyatakan positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi di RSUTP Abdya.
Mereka seluruhnya sudah dibolehkan pulang sejak pekan lalu karena tidak ada lagi gejala.(*)
• Kasus Virus Corona Abdya, 26 Pasien Covid-19 Sembuh, Dua Masih Dirawat
• Masih Ada SKPK Abdya Lalai Ajukan SPM, Pencairan Gaji 13 Sebagian PNS Tertunda
• Gerbang Masuk Jalan Cot Keumeunyan Blangpidie Abdya Sempit & Mendesak Dilebarkan, Kerap Kecelakaan