Breaking News:

Transaksi Sabu Capai Rp 26 M

Terpidana kasus narkoba, Aliun Mursafi alias Yun (38) warga Meunasah Dayah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara

www.serambitv.com
Polres Nagan Raya hingga Jumat (26/6/2020) terus merampungkan pemeriksaan tiga tersangka kasus narkoba jenis ganja. 

* Dalam Satu Rekening Kasus Pencucian Uang

LHOKSUKON – Terpidana kasus narkoba, Aliun Mursafi alias Yun (38) warga Meunasah Dayah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, selama enam tahun melakukan transaksi sabu mencapai Rp 26 miliar. Sejak 2013 sampai 2019, dia menggunakan Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atas nama istrinya.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU) yang digelar Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (26/8/2020) sore. Sidang beragendakan mendengar materi tuntutan digelar secara online dibuka Ketua Majelis Hakim, T Latiful SH, dengan posisi di ruang sidang pengadilan.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yudi Permana SH dan Harri Citra Kesuma SH mengikuti sidang tersebut di ruang sidang Kejari Aceh Utara. Sementara terdakwa Aliun mengikutinya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon. Usai membuka sidang, hakim mempersilahkan JPU untuk membaca materi tuntutan yang sudah disiapkan.

Sidang online tersebut mulai diadakan setelah mewabahnya pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sampai sekarang. Materi tuntutan yang dibacakan jaksa antara lain menguraikan tentang keterangan saksi. Selain itu, juga kronologis kasus pencucian uang tersebut.

Terdakwa kasus pencucian uang memperoleh rekening dan ATM atas nama istrinya setelah mengajaknya untuk membuat rekening baru di salah satu perbankan milik perusahaan BUMN. Setelah buku rekening dan ATM rampung, Aliun tak menyerahkan kepada istrinya.

Namun, rekening itu digunakan Aliun untuk bertransaksi sabu-sabu dari 2013 sampai 2019. Nilai transaksi terdakwa dengan para pengedar sabu bervariasi mulai dari Rp 10 juta sampai seratusan juta. Terdakwa ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam kasus sabu-sabu pada 11 April 2019 di sebuah hotel mewah di Medan, Sumatera Utara karena ditemukan 10 kilo sabu dalam mobilnya.

Dalam Kasus itu, Aliun divonis 19 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara oleh PN Kisaran pada 30 Oktober 2019. Bersamaan dengan proses kasus narkoba, BNN juga membidik terdakwa dengan pencucian uang.

Berkas kasus pencucian dinyatakan lengkap (p21) oleh jaksa pada Kejaksaan Agung pada 21 Januari 2020. Lalu, Kejagung melimpahkan berkas kasus pencucian uang tersebut ke Kejari Aceh Utara pada 19 Februari 2020. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara baru dapat melimpahkan berkas kasus itu ke PN Lhoksukon pada 9 Maret 2020.

Terdakwa Aliun mengikuti sidang kasus di Lembaga Pemasyarakat Kelas IIB Lhoksukon mendengar materi tuntutan yang dibacakan Jaksa. Ia dituntut setahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsidair atau dengan ketentuan apabila tidak membayar denda maka diganti dengan kurungan enam bulan penjara.

Aliun mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Lhoksukon pada 27 Maret 2020 dengan agenda mendengar materi dakwaan. Dalam dakwaan itu, antara lain menyampaikan terkat barang bukti yang sudah disita dalam kasus pencucian uang berupa tanah tambak, mobil Honda civic, kemudian buku rekening senilai Rp 310 juta.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved