Rabu, 13 Mei 2026

Webinar Internasional

Webinar Internasional di Lhokseumawe Diisi Pemateri dari Jerman

Kegiatan Webinar ini di ikuti oleh 459 partisipan yang terdiri dari alumni, praktisi keperawatan/kesehatan, dosen hingga mahasiswa tingkat akhir.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Dok Stikes Muhammadiyah
Webinar International di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe, Kamis (27/8/2020). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe melaksanakan Webinar Keperawatan Internasional dengan tema "Nursing Education And Research in Global Perpective During Covid-19” dengan pemateri Utama Sabrina Rodhe dari Georg-August Universitat Gottigen, Germany dan pemateri kedua Marthoenis dari Fakultas Keperawatan Unsyiah, Aceh, Kamis (28/8/2020).

Kegiatan Webinar ini di ikuti oleh 459 partisipan yang terdiri dari alumni, praktisi keperawatan/kesehatan, dosen hingga mahasiswa tingkat akhir.

Ketua STIKes Muhamamdiyah Lhokseumawe Ns.Mursal, M.Kep kepada Serambinews.com, mengatakan sejak pendemi covid-19 melanda Indonesia tidak terkecuali Aceh juga mengalami penyesuaian dalam segala hal, terutama  model pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap dapat  berbagi model pengembangan  pembelajaran dan penelitian yang lebih berkualitas dan sesuai standar output yang diinginkan selama masa pendemi covid-19," katanya.

“Maka dari itu kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh partisipan yang terlah berkontribusi pada acara webinar ini dan ucapan terimakasih atas dukungan panitia,” jelasnya.

Untuk itu sambung Mursal, besar harapan melalui webinar ini dapat meningkatkan pengetahuan kami dan peserta tentang pembelajaran dan penelitian dimasa covid-19 dan bisa mengaplikasikan dalam masa  pendemi ini, demikian ucap Mursal.

Sementara pemateri utama Sabrina Rodhe menyampaikan dengan bahasa inggris lalu diterjemahkan oleh moderator untuk di Jerman angka Covid-19 minim, serta proses pendidikan sagat mengikuti protokol kesehatan.

"Untuk menjadi perawat di Jerman ada beberapa cara, dengan mengikuti training di rumah sakit, yang kedua ada program integed (belajar di RS dan Kampus) ada Mobile Nursing Service," terangnya.(*)

Menlu AS Akhiri Lawatan ke Timur Tengah, Tawarkan Kesepakatan Damai dengan Israel

Satu Ibu Hamil di Meulaboh Terpapar Corona

VIDEO Keluarga Pasien Meninggal Mengamuk di Ruang Pinere RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

Kasus Covid-19 Melonjak, Prancis Wajibkan Siapapun Bermasker di Paris Tanpa Terkecuali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved