Breaking News:

Berita Aceh Barat

Soal Kasus Replanting Kelapa Sawit di Aceh Barat, Penegak Hukum Diminta Bertindak Cepat

Kasus peremajaan kelapa sawit di Desa Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat diduga sarat masalah. Pasalnya...

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Edy Syahputra, Koordinator GeRAK Aceh Barat. 

Disebutkan, sejumlah temuan itu ketika pihak GeRAK Aceh membedah sejumlah dokumen kontrak terkait dengan program replanting yang dikerjakan oleh sebuah Koperasi di Aceh Barat.

Disebutkan,  biaya replanting sebesar Rp 25 juta per KK tersebut diperuntukkan untuk biaya penanaman, pembelian bibit, pupuk, pemberantasan hama, dan biaya lainnya untuk anggaran selama satu tahun.

Akan tetapi, menurutnya, ketika dikalkulasikan dari tahun anggaran 2018, 2019, dan 2020 dana yang dipertanggungjawabkan mencapai Rp 23.212.218.810, dan tidak seperti yang disebutkan bahwa anggarannya mencapai Rp 32,5 miliar.

Selain itu, anggaran yang dipertanggungjawabkan sebanyak Rp 23,2 miliar tersebut syarat dengan permasalahan. Seperti untuk item pengadaan bibit sawit bersertifikat diketahui dilakukan hingga 4 kali pekerjaan yang dimulai dari 2018, hingga 2019 dengan anggaran mencapai Rp 9,1 miliar untuk 1.267,8573 hektare, dengan rinciannya yaitu tahun 2018 seluas 142,4273 hektare, 2019 sebesar 311 hektare, 2019 seluas 273,52 hektare, dan tahun 2019 seluas 540,91 hektare

Dijelaskannya, bahwa sumber dananya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), dengan pihak pengelola yaitu sebuah koperasi. Masih dalam hal pengadaan bibit sawit tersebut, dimana agak membingungkan perihal penerima manfaat kelompok baik nama penerima manfaat, gampong, dan kecamatan yang tidak disebutkan di dalam dokumen kontrak.

Dari empat kali pengadaan bibit sawit tersebut, hanya sekali disebutkan penerima manfaatnya yaitu Kelompok Tani Ingin Maju, Desa Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen, dengan dokumen kontrak Nomor 146/SPK/KP-MJB/IX/2019 yang dimenangkan oleh CV ILHAM JAYA dengan masa kerja 06 Oktober 2019 sampai dengan 06 Januari 2020.

Disebutkan, bahwa jumlah benih untuk penerima manfaat tersebut mencapai 15.110 batang dari total benih sebanyak 44.473 batang, dengan harga satuannya yaitu Rp 49.000 rupiah.

Indikasi lainnya yaitu menyangkut dengan lahan yang tumpang tindih, dimana berdasarkan surat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 149/II-05/400.9/VII/2020 tertanggal 27 Juli 2020, dengan perihal hasil peninjauan lapangan indikasi kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Betami.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda melalui Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap yang dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (28/8/2020) secara terpisah mengatakan, terkait dengan kasus Replanting Sawit (Peremajaan Sawit) di Desa Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen pihaknya mengaku belum menerima laporan.

“Sejauh ini kita belum menerima laporan kasus replanting dari Kementerian Keuangan RI, melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian,” kata AKP Parmohonan Harahap.

Terkait dengan kasus tersebut pihaknya belum mengetahuinya, termasuk pihak koperasi sebagai pelaksana dalam program tersebut.(*)

Vespa Bergaya Sporty S 125 Resmi Diluncurkan, Dibandrol Rp 39 Juta

RCTI Bantah Ingin Membungkam Kreativitas, Ajukan Uji Materi UU Penyiaran ke MK

Motor Penjelajah KTM 390 Adventure Resmi Meluncur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved