Breaking News:

Video

VIDEO - Minat Pembeli Tinggi, Perajin Anyaman Rotan di Aceh Timur Terkendala Modal Usaha

Marhaban mengaku tak mampu memenuhi tingginya permintaan pembeli, karena itu ia kekurangan modal untuk beli rotan dari petani dengan harga Rp 5 ribu

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI RAYEUK - Marhaban (50) pengrajin anyaman rotan di Aceh Timur mengharapkan bantuan modal usaha dari pemerintah.  

Pasalnya, keranjang hasil buatannya di Lorong Sikabut, Dusun Lapangan Heli, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, ini sangat diminati pembeli dari berbagai daerah di Aceh. Bahkan ia tak mampu memenuhinya.  

Ditemui Serambi on TV di tempat kerjanya, Jumat (28/8/2020) Marhaban mengaku tak mampu memenuhi tingginya permintaan pembeli, karena ia tak mampu mencukupi bahan baku rotan karena ia kekurangan modal untuk beli rotan dari petani dengan harga Rp 5 ribu per kilogram.  

Karena itu, ia mengharapkan bantuan modal usaha dari Pemerintah untuk mengembangkan usahanya.  

Sebelumnya tahun 2017 ia sudah pernah mendapatkan bantuan modal usaha Rp 20 juta dari Dinsos Aceh Timur, tapi kini ia kembali kekurangan modal.  

Dalam usahanya, ia mempekerjakan empat karyawan yakni Fahmi, Fazri, Iswadi, Fauzan. Dalam sehari masing-masing karyawan mampu membuat dua pasang keranjang dengan upah Rp 100 ribu setiap pasangnya.  

Dalam satu keranjang menghabiskan 16 kg rotan.  

Ada empat jenis keranjang hasil buatan usaha Marhaban ini, yaitu keranjang ikan, keranjang untuk bawa kambing, keranjang tempat kakao, dan keranjang untuk bawa TBS sawit yang dijual dengan kisaran harga Rp 250-300 per pasang.  

Kini keranjang itu sudah ia pasarkan ke sejumlah daerah di Aceh seperti, Idi, Peureulak, Sungai Raya, Aceh Utara, Aceh Tengah, Kuala Simpang, Banda Aceh dan sejumlah daerah lainnya.  

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved