Breaking News
Senin, 13 April 2026

Kasus Keuchik Bacok Warga

Ini Pengakuan Korban yang Dibacok Keuchik di Aceh Utara

Zulkarnaini mengaku tidak mengetahui dirinya dibuntuti oleh keuchik dan kemudian membacoknya.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Korban pembacokan dirawat di RSU Arun Lhokseumawe setelah sebelumnya sempat dirawat di RSU Cut Meutia Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Zulkarnaini (33) warga Desa Pulo Kitou Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara mengaku tidak mengetahui dirinya dibuntuti oleh keuchik dan kemudian membacoknya. 

Hal itu disampaikan Zulkarnaini saat ditemui Serambinews.com pada Minggu (30/8/2020) sore di RS Arun Lhokseumawe. Korban saat ditemui Serambi didampingi sejumlah keluarganya dan juga beberapa warga serta petugas medis. 

Diberitakan sebelumnya, Keuchik Pulo Kitou YD, pada Sabtu (30/8/2020), malam, menyerahkan diri ke Mapolsek Meurah Mulia, Aceh Utara setelah membacok warganya, Zulkarnaini (33) warga Desa Pulo Kitou di lintasan line pipa, Kawasan Desa Ujong Reuba Kecamatan Meurah Mulia. 

Kini, YD sudah diamankan penyidik ke Mapolres Lhokseumawe dari Mapolsek Meurah Mulia, untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sedangkan korban kini masih dalam perawatan medis, akibat luka bacok di tangannya. 

“Saya keluar dari rumah dengan menggunakan Sepeda Motor Scoopy, hendak menuju ke Simpang Rangkaya Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara,” ujar Zulkarnaini kepada Serambinews.com

Namun, sesampai di kawasan Ujong Reuba, tiba-tiba ada yang membuntuti dan kemudian langsung menabrak dirinya.

“Saya ditabrak dari samping, sehingga saya terjatuh. Dalam kondisi terjatuh di jalan, kemudian keuchik mengambil parang di sepeda motornya,” ungkap korban. 

Ini Pengakuan Korban Pembacokan Keuchik Pulo Kitou

VIDEO Korban Pembacokan Oknum Keuchik di Aceh Utara Mengaku Dibuntuti dan Sepeda Motornya Ditabrak

Petugas Gabungan Amankan Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri di Hotel, Dua Wanita Masih Bawah Umur

Lalu kata Zulkarnaini, keuchik langsung mengayunkan parang tersebut ke arah lehernya. Kemudian korban menangkisnya, dengan dua tangan, sehingga kedua tangannnya menjadi sasaran tebasan parang. 

Akibat kejadian itu korban mengalami luka parah di kedua tangannya. “Keuchik tidak menyebutkan apapun sebelum dan setelah membacok saya. Kemudian langsung pergi,” ujar Zulkarnaini. 

Ditambahkan, keuchik sudah membawa parang di sepmornya dan sudah merencanakan pembacokan tersebut.

“Saya tidak tahu, kenapa keuchik bisa mengetahui kalau saya melintasi jalan tersebut,” katanya. 

Dirinya juga tidak mengetahui sebab keuchik membacoknya. Namun, korban meyakini dirinya dibacok keuchik, bukan karena persoalan pribadi.

“Saya sudah sebulan tidak berkomunikasi dengan keuchik, dan saya tidak memiliki persoalan dengan keuchik secara pribadi,” pungkas Zulkarnaini.(*)

LaLiga Bikin Messi Kian Sulit Hengkang dari Barca, Sebut Klausul Pelepasan Rp 12,2 T Masih Berlaku

Ini Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Jatuh pada 1-3 September 2020, Lengkap dengan Bacaan Niat 

Warga tidak Perlu Antre Lagi di Disdukcapil Pidie, Kini KK, Akte & Surat Pindah Bisa Cetak di Rumah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved