Video
VIDEO Fakta Bayi Dikubur Hidup-hidup di Aceh Tengah, Ternyata hasil Hubungan Gelap
Mendengar jawaban tersangka, anaknya itu, marah-marah sembari melontarkan kalimat bernada ancaman akan melaporkan ke polisi.
Penulis: Mahyadi | Editor: Hari Mahardhika
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Suhimawara binti Selamat (36), warga Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, tega menghabisi nyawa anaknya sendiri dengan cara dikubur hidup-hidup.
Bayi malang yang usianya belum genap sehari itu, harus meregang nyawa karena ulah ibu kandungnya sendiri.
Hasil penyelidikan polisi, terungkap bahwa bayi tersebut, merupakan hasil hubungan gelap antara tersangka Suhimawara dengan salah seorang pria berinisial SP yang masih berstatus suami orang.
Takut ketahuan warga karena melahirkan anak tanpa suami, Sumimawara nekat mengubur hidup-hidup anaknya yang baru lima jam ia lahirkan.
Dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Tengah, Kapolres AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, menyebutkan, dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan ibu kandung korban Suhimawara sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.
Tersangka mengubur bayinya pada Senin 31 Agustus 2020, pukul 15.00 WIB di belakang rumah tersangka, tepatnya pada Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing.
Sebelum melahirkan, tersangka mengeluh perutnya mulas dan ternyata ia melahirkan seorang bayi tanpa pertolongan orang lain.
Sebelum mengubur bayi, tersangka sempat menidurkannya di atas tempat tidur sampai dengan pukul 14.30 WIB.
Tenyata, anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun, setelah pulang bermain melihat korban berada di tempat tidur.
Anaknya sempat bertanya identitas bayi yang baru dilahirkan dan ibunya menjawab bahwa itu adalah adiknya.
Mendengar jawaban tersangka, anaknya itu, marah-marah sembari melontarkan kalimat bernada ancaman akan melaporkan ke polisi.
Karena takut dilaporkan, tersangka langsung menguburkan anak bayinya di belakang rumah bersama ari-ari yang belum terpotong.
Tak lama setelah tersangka menguburkan anaknya di belakang rumah, beberapa tetangganya menyambangi rumah Suhimawara untuk menanyakan perihal tersebut.
Namun tersangka sempat membantah. Warga tidak lantas percaya dan langsung mencari di sekeliling rumah tersangka.