Update Corona di Subulussalam

Bertambah Dua Kasus Positif Covid-19 di Subulussalam, Seorang Meninggal Dunia

Seorang lagi warga Kota Subulussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, meninggal dunia.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Seorang lagi warga Kota Subulussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab meninggal dunia.

Informasi itu dibenarkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (3/9/2020).

Warga ini meninggal dunia sebelum hasil swab dari Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah Banda Aceh keluar.

Almarhum dilaporkan diswab sebelum meninggal dunia. Sampelnya dikirim ke Lab Unsyiah namun belum sempat keluar sang pasien meninggal dunia.

Sebagaimana dilaporkan jika jumlah warga di Kota Subulussalam yang positif Covid-19 terus bertambah.

Terkini, diperoleh informasi adanya penambahan dua orang yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab laboratorium Unsyiah, Banda Aceh.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (3/9/2020) membenarkan adanya penambahan kasus positif.

Hasil swab kedua kasus tersebut baru diterima RSUD Kota Subulussalam siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Benar, hasil swab yang keluar dari Unsyiah tadi siang ada dua positif,” kata dr Dewi

Sementara juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Baginda Nasution SH MM yang dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah membenarkan hasil swab sudah keluar.

Namun untuk penjelasan resmi terkait jumlah positif Covid-19 maupun inisialnya baru akan dirilis, Jumat (4/9/2020) besok.

Sebagaimana diberitakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Subulussalam terus bertambah dan terkini sudah menjadi 15 orang.

Data terbaru sebanyak empat orang positif Covid-19 sebagaimana disampaikan Gugus Tugas Covid-19, Kota Subulussalam  dalam konferensi persnya kepada wartawan Selasa (1/9/2020).

Menyusul penambahan kasus positif, Gugus Tugas Covid-19 menduga adanya transmisi lokal di Kota Subulussalam.

Dugaan adanya transmisi lokal Covid-19 di Kota Subulussalam menyusul seorang pasien berinsial R (51) yang meninggal dunia beberapa hari lalu.

VIRAL Ibu Cambuk Anak karena Tak Kunjung Paham Diajari Matematika, Sang Ayah Bertindak

Suami Tega Bunuh Istri yang Bekerja sebagai Driver Ojek Online, Motifnya Ingin Menikah Lagi

Sakit Hati Orangtuanya Sering Dihina, Keponakan Tega Bunuh Tante di Jawa Barat

Persiraja akan Hadapi PSM Makassar dan Persija di Pekan Awal Liga 1, Ini Jadwal Lengkap Pertandingan

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Simpang Kiri berinisial laki-laki dan dirawat sejak 22 Agustus lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.

Saat dirawat, almarhum memang memiliki gejala sesak dan demam. Namun, dia tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota.

Gugus Tugas menduga kuat jika saat ini, sebagian besar penularan Covid-19 di Subulussalam sudah masuk ke fase local transmission atau penularan lokal.

“Dari kasus yang terjadi terhadap pasien berinisial R kita menduga penularan covid-19 di Subulussalam sudah ada transmisi lokal. Ini karena pasien tidak memiliki riwayat ke luar kota,” terang Khainuddin. 

Atas hal ini, Khainuddin mengimbau masyarakat untuk semakin waspada terhadap kemungkinan transmisi lokal Covid-19 di Subulussalam.

Pasalnya, jika ini benar adanya sulit mengetahui siapa dan di mana saja penyebarannya. Apalagi, dari 15 kasus positif, sebagian besar merupakan tenaga kesehatan.

Untuk itu khainuddin berulang-ulang mengimbau masyarakat Subulussalam agar ikut berpartisipasi mendukung pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini. 

Menurut Khainuddin, kondisi Covid-19 di Kota Subulussalam dalam tiga pekan terakhir menunjukan kenaikan.

Dengan jumlah kasus yang saat ini terjadi di Subulussalam, Khainuddin mengaku sangat memprihatinkan.

Lantaran itu dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, swasta dapat memutus mata rantai Covid-19.

Sebab, kata Khainuddin Dinas Kesehatan, RSUD Kota Subulussalam maupun pemerintah tidak akan siap menekan penyebaran Covid-19 tanpa dukungan masyarakat.

Karenanya, tidak ada cara selain memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Adapun protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker saat berada di luar rumah atau beraktivitas di luar rumah.

Sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir minimal 20 detik. “Dan untuk jaga jarak itu minimal satu setengah meter,” kata Khainuddin

Khainuddin juga mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan lainnya seperti menghindari kerumunan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap melaksanakan ibadah dan berdoa kepada Allah SWT agar bencana non alam ini segera berakhir.

“Protokol kesehatan berupa jaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan adalah usaha, dan terakhir kita berdoa berpasrah diri kepada Allah karena doa tanpa usaha sama aja sia-sia,” pungkas mantan Sekretaris Dewan Kota Subulussalam tersebut.

Khainuddin berharap agar wabah Covid-19 segera berakhir di Kota Subulussalam dan Indonesia secara umum.

Pakistan Blokir 5 Aplikasi Kencan Online, Dianggap Menyebarkan Konten Tidak Bermoral

6 Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Riau, Bos Tambang Jadi Tersangka

Pentagon: China Miliki Kekuatan Angkatan Laut Terbesar di Dunia, Melebihi Amerika Serikat

Polisi Asal Bekasi Tewas Ditikam 5 Kali Karena Masalah Tanah, Pelakunya Ayah dan Anak

Sebelumnya, mantan Sekwan DPR Kota Subulussalam juga menyampaikan status Subulussalam saat ini.

Dia mengaku Subulussalam kini sudah menjadi zona kuning terkait kasus Covid-19 lantaran meningkatnya orang positif di kota tersebut.

Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam, Khainuddin SKM, MAP  dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (1/9/2020) menyampaikan saat ini Subulussalam menjadi Zona Kuning.

Perubahan status Subulussalam dari zona hijau ke zona kuning akibat terjadinya lonjakan kasus orang positif Covid-19 di kota dengan semboyan Sada Kata tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19, jumlah positif Covid-19 di Subulussalam mencapai 15 orang. Dari jumlah ini dua orang telah meninggal dunia.

“Subulussalam sekarang menjadi zona kuning, karena terjadi peningkatan kasus Covid-19,” kata Khainuddin

Meski demikian, sementara waktu sebaran Covid-19 berada di seputaran Kecamatan Simpang Kiri dan Penanggalan.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam ini pun berharap agar sebaran positif tersebut tidak ke kecamatan lain. Sebab jika hal itu terjadi bisa membuat Subulussalam menjadi zona orange atau bahkan merah.

Khainuddin mengaku jika Subulussalam menjadi zona merah berdampak terhadap sejumlah kebijakan seperti pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Nah, jika PSBB berlaku ada dampak lain mulai menghentikan sejumlah aktivitas seperti pendidikan hingga dunia usaha.

“Jadi, mari kita saling menjaga agar kasus positif Covid-19 ini segera berkurang agar tidak menjadikan Subulussalam zona merah,” ujar Khainuddin.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved