Update Corona di Aceh

RSUZA Banda Aceh Tambah 11 Kamar Rawatan Isolasi Khusus

Untuk mengatasi kondisi tersebut manajemen RSUZA Banda Aceh pada Senin, 7 September 2020, akan menambah 11 kamar rawatan isolasi khusus

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Azharuddin SpOT, K-Spine FICS 

Untuk mengatasi kondisi tersebut manajemen RSUZA Banda Aceh pada Senin, 7 September 2020, akan menambah 11 kamar rawatan isolasi khusus di ruang rawat Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging  (Pinere) 4.

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Makin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh dalam dua bulan terakhir menyebabkan daya tampung (kapasitas) sejumlah rumah sakit penuh.

Salah satu di antarnya adalah Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.

"Daya tampung RICU RSUDZA saat ini selalu full, dengan enam kamar. Ada yang keluar sembuh, ada pula yang meninggal.

Gradasi yang di RICU semua dengan gradasi Covid-19 yang berat dan 90-an persen ada komorbid (diabetes, hipertensi, komplikasi ginjal, dan lain-lain)," kata Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT yang ditanyai Serambinews.com, Jumat (4/9/2020) siang.

Untuk mengatasi kondisi tersebut manajemen RSUZA Banda Aceh pada Senin, 7 September 2020, akan menambah 11 kamar rawatan isolasi khusus di ruang rawat Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging  (Pinere) 4.

Selain itu, pihak RSUZA juga akan membuka (grand opening) Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUZA khusus Covid di sebelah Poliklinik Pinere.

Pasien Positif Covid-19 di Banda Aceh Menjadi 505 Orang, Ini Kata Kadinkes Banda Aceh, Lukman MKes

Kekuatan Militernya Jauh di Bawah Indonesia, Nyatanya Vietnam Paling Berani Menentang China di LCS

Cemburu Buta, Seorang Pria Ini Bunuh Anak Kekasihnya, Korban Ditemukan Tergantung & Penuh Luka

IGD baru ini menggunakan gedung rehab medik RSUZA lama yang memerlukan rehabilitasi berat dan menyita waktu hampir dua bulan.

"Insya Allah dalam waktu dua minggu ke depan akan dibuka pula Pinere 5 dengan kapasitas 40 bed. Dengan tambahan ini semoga eskalasi penambahan pasien Covid-19  bisa tertampung," kata Azharuddin.

Sebelumnya, Jumat pagi Azharuddin menerangkan bahwa Pinere 1, 2, dan 3 saat ini okupansi (tingkat hunian)-nya juga tinggi, yakni sekitar 90%.

Yang dirawat di Pinere 1, 2, dan 3 umumnya pasien positif Covid-19 yang gradasi (derajat) klinisnya sedang sampai berat.

"Idealnya kurang dari 80% bed occupancy rate (BOR) suatu ruang rawat. Dalam beberapa hari ke depan ini akan dibuka rawatan Pinere 4.

Juga IGD Pinere RSUDZA dikhususkan untuk pasien Covid-19 maupun yang masih 'abu-abu' (menunggu hasil PCR, klinis menjurus ke Covid-19, dan lain-lain)," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved