Senin, 1 Juni 2026

Luar Negeri

Rakyat Belarusia Tuntut Presiden Mundur, Bertindak Otoriter

Puluhan ribu demonstran, Minggu (6/9/2020) memenuhi pinggiran jalan Kediaman Presiden di Ibu Kota Belarusia. Mereka menyerukan agar pemimpin otoriter

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/TUT.BY
Pendukung oposisi Belarusia menggelar demonstrasi untuk memprotes hasil pemilihan presiden 9 Agustus 2020 yang disengketakan di Minsk, Minggu (6/9/2020). 

Halaman istana diblokir oleh barisan polisi anti huru hara yang membawa perisai dan meriam air.

“Lautan manusia ini tidak bisa dihentikan oleh peralatan militer, meriam air, propaganda dan penangkapan," kata Maria Kolesnikova, pemimpin Dewan Koordinasi yang dibentuk oleh oposisi.

Kelompok ini mencoba mengatur dialog dengan Lukashenko yang berusia 66 tahun tentang sebuah transisi kekuasaan.

Sebagian besar rakyat Belarus menginginkan pergantian kekuasaan secara damai dan kami tidak akan bosan menuntut ini, katanya.

Dia berbicara dengan The Associated Press melalui telepon.

Lukashenko telah menolak diskusi apapun dengan dewan tersebut.

Bahkan, beberapa anggota puncaknya telah dipenjara.

Salah satunya, Olga Kovalova, diusir dari negara itu selama akhir pekan, dibawa ke Polandia oleh polisi.

Terlepas dari kebuntuan antara Lukashenko dan oposisi, pengunjuk rasa mengatakan bertekad untuk tidak lelah.
Beberapa plakat menunjukkan selera humor yang tinggi.

“Lukashenka, mulailah membangun rumah di dekat Yanukovych,” bunyi salah satunya.

Mengacu pada mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang melarikan diri ke Rusia pada 2014 setelah berbulan-bulan protes anti-pemerintah.

"Pertanian kolektif bangkrut," kata yang lain.

Membangkitkan kembali posisi Lukashenko sebagai direktur pertanian.

Dan retensi sebagian besar ekonomi gaya Soviet yang dikendalikan negara untuk Belarus, sebuah negara Eropa Timur berpenduduk 9,5 juta jiwa.

Pihak berwenang juga telah mencabut akreditasi banyak jurnalis Belarusia dan mendeportasi beberapa jurnalis asing.

Termasuk dua jurnalis Associated Press yang berbasis di Moskow.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved